Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Penasaran ingin tahu bagaimana cara kerja pembangkit listrik tenaga angin? Baca terus artikel ini sampai habis!

Indonesia merupakan negara kepulauan yang paling besar di dunia. Negara ini memiliki jalur pantai dengan panjang 81000 km. Karena kondisi geografis alam  seperti ini, Indonesia memiliki potensi beragam energi alternatif yang berasal dari alam, salah satunya adalah sumber daya energi angin yang besar yang terdapat pada lautan dan dekat pantai.

Saat ini banyak negara di dunia yang mencari energi alternatif selain energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Energi yang menjadi perhatian dunia saat ini adalah energi alternatif yang ramah dengan lingkungan.

Energi yang ramah lingkungan artinya energi tersebut tidak menimbukan efek polusi / kerusakan pada lingkungan. Dan energi angin merupakan salah satu energi yang ramah terhadap lingkungan. Penggunaan energi alternatif merupakan salah satu cara menghemat listrik.

Bicara tentang angin, tentu kita tahu bahwa ketika angin berhembus, angin dapat menggerakkan benda-benda yang tertiup olehnya. Namun tidak semua benda dapat bergerak oleh hembusan angin. Hal ini karena pengaruh besarnya kecepatan dan arah hembusan angin serta bentuk dan berat dari benda yang dihembus oleh angin tersebut. Dari sinilah ide desain pembuatan pembangkit listrik tenaga angin.

Pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) atau yang dikenal juga dengan nama Wind Power System adalah pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi gerak yang berasal dari angin untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit ini bisa merubah (konversi) energi angin menjadi energi listrik.

Untuk menghasilkan energi listrik, PLTB membutuhkan salah satu komponen seperti kincir angin atau turbin angin, kincir angin inilah yang nantinya bergerak sesuai dengan kecepatan dan arah angin.

PLTB merupakan salah satu sistem pembangkit listrik alternatif yang sangat berkembang pesat. Hal ini karena angin merupakan salah satu energi yang tidak terbatas di alam.

PLTB atau alat ini cocok sekali untuk masyarakat yang tinggal pada pulau-pulau kecil dan mempunyai tiupan angin yang kencang serta stabil. Prinsip kerjanya secara umum, alat ini memanfaatkan tenaga dari tiupan angin untuk memutar generator.

Komponen yang terdapat pada PLTB

Sebelum membahas cara kerja pembangkit listrik tenaga angin, terlebih dahulu anda mesti tahu komponen apa saja yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga angin dan apa saja fungsi komponen tersebut:

 

  1. Nacelle atau rumah mesin terletak di atas menara kincir. Nacelle ini merupakan tempat komponen-komponen pembangkit tersimpan. Adapun komponen yang tersimpan pada nacelle adalah poros putaran tinggi atau rendah, gearbox, generator, alat pengontrol, dan alat pengereman.
  2. Anemometer berfungsi untuk mengukur kecepatan angin dan mengirim datanya ke controller
  3. Blades / rotor merupakan bilah kipas yang terdapat pada PLTB. Bilah kipas inilah yang akan berputar pada saat angin menghembus PLTB. 
  4. Gearbox berfungsi mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi.
  5. Controller adalah sistem pengontrol yang dihidupkan dan dimatikan sesuai dengan kecepatan angin.
  6. Brake System ini berfungsi untuk mengerem putaran pada saat angin berhembus terlalu kencang. Pengereman akan terjadi saat angin berhembus terlalu kencang. Putaran yang terlalu kencang / berlebihan pada generator dapat mengakibatkan kerusakan. Adapun akibatnya adalah: overheat (panas yang berlebih), rotor breakdown (rotor rusak), terjadi arus lebih pada generator (bisa merusak generator).
  7. Generator adalah alat yang berfungsi merubah putaran menjadi energi listrik.
  8. Penyimpan energi (baterai) berfungsi untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh generator.
  9. Tower (tiang) berfungsi sebagai tiang penyangga pada pembangkit listrik tenaga angin.

 

Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga angin

Perhatikan gambar di bawah. Adapun cara / prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga angin adalah sebagai berikut :

  1. Hembusan angin akan memutar kincir yang memiliki rotor
  2. Selanjutnya gearbox yang terhubung pada rotor kincir / blades akan berputar mengubah dari putaran rendah menjadi putaran tinggi.
  3. Putaran gearbox tersebut akan memutar generator yang mana putaran pada generator akan menghasilkan energi listrik.
  4. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator akan disimpan oleh baterai.
  5. Pada saat PLTB sedang bekerja anemometer berfungsi untuk mengukur kecepatan angin. Data ini kemudian dikirimkan ke controller
  6. Data yang dikirimkan ke controller akan mengatur sistem pengereman, putaran blade ke arah hembusan angin
  7. Brake sistem akan bekerja melindungi PLTB dari putaran kencang yang terjadi akibat hembusan angin yang kencang.
  8. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh PLTB adalah tegangan DC.
  9. Tegangan inilah yang nantinya digunakan untuk menghidupkan peralatan listrik. Untuk menghidupkan peralatan listrik AC maka dapat menggunakan inverter yang mengubah tegangan DC menjadi AC.

 

cara kerja pembangkit listrik tenaga angin
Gambar bagian-bagian pembangkit listrik tenaga angin

 

Demikianlah artikel prinsip / cara kerja pembangkit listrik tenaga angin. Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini anda dapat menjawab semua pertanyaan anda.

Leave a Reply