Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Simak sampai habis yuk! Supaya paham.

Di artikel ini kita akan mempelajari secara umum tentang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Banyak hal yang menjadi pertanyaan tentang seputaran PLTB ini. Kita akan membahasnya satu persatu dalam bentuk sub bab.

Saat ini banyak negara di dunia yang berlomba-lomba untuk mencari energi alternatif sebagai pengganti energi yang berasal dari fosil. Kenapa energi alternatif menjadi perhatian dunia saat ini? Hal ini karena, energi yang berasal dari fosil sudah menipis ketersediaannya. Selain itu juga negara di dunia ingin menggunakan energi yang ramah terhadap lingkungan.

Kita tahu selama ini energi yang berasal dari fosil dapat menyebabkan timbulnya polusi (emisi gas buang) yang dapat merusak lingkungan karena penggunaannya secara terus menerus.

Energi yang berasal dari angin adalah salah satu alternatif yang tidak merusak lingkungan (ramah lingkungan). Karena keramahannya terhadap lingkungan, energi ini menjadi solusi untuk digunakan. Selain ramah dengan lingkungan, ketersediaan energi ini juga tidak terbatas di alam. Karena itulah banyak negara yang ingin menggunakan energi tersebut. 

PLTB adalah

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / PLTB atau dikenal juga dengan nama pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit energi terbarukan yang menghasilkan listrik dari proses kinetik (mekanik) yang terjadi sebagai akibat dari kecepatan angin yang memutar turbin atau kincir angin dan kemudian putaran tersebut digunakan untuk menggerakan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Jadi proses yang terjadi pada pembangkit listrik adalah proses berubahnya energi, yaitu dari energi kinetik menjadi energi listrik. Anda bisa melihat gambar di bawah ini untuk mengetahui prosesnya.

 

Pembangkit listrik tenaga bayu
pembangkit listrik tenaga bayu

 

Dari penjelasan di atas, saya berharap tentu anda dapat mengerti apakah pltb tersebut.

Kelebihan pembangkit listrik tenaga angin

Bahasan kita selanjutnya adalah, apa saja kelebihan dari pembangkit listrik tenaga angin? Berikut kelebihannya:

  • Seperti yang kita ketahui bahwa bahan baku dari PLTB ini adalah angin dan angin merupakan sumber energi terbarukan sehingga ketersediaannya tidak akan pernah habis. Jadi angin sebagai sumber energi yang sifat penggunaannya jangka panjang, tentu saja angin bisa digunakan selamanya.
  • Tenaga angin tidak menghasilkan polusi udara (emisi), sehingga tidak menghasilkan hujan asam maupun efek rumah kaca yang timbul karena adanya emisi (polusi udara). Sedangkan bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang menghasilkan emisi (polusi udara) yang tinggi dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi perubahan iklim bumi (penipisan atmosfer).
  • Sumber energi angin lebih ramah terhadap lingkungan dan terbarukan.
  • Tempat pembangunan PLTB ini dapat digunakan untuk keperluan lainnya, seperti pertanian dan perkebunan.

Kekurangan pembangkit listrik tenaga angin

Selain memiliki kelebihan, terdapat juga kekurangan dalam penggunaan pembangkit listrik tenaga angin ini. Apa saja kekurangan dari penggunaan PLTB ini, berikut simak kekurangannya:

  • Walaupun merupakan sumber energi terbarukan, namun kecepatan angin sifatnya tidak mudah untuk diprediksi (selalu berubah-ubah). Hal ini sama dengan tenaga surya, walaupun tidak terbatas namun kurang begitu dapat diandalkan pada saat keadaan tertentu.
  • Untuk membangun pembangkit listrik ini memerlukan biaya yang cukup besar. Selain itu, pembangunannya harus jauh dari beban yang terpasang sehingga memerlukan biaya transmisi yang tinggi.
  • Biaya perawatannya PLTB juga relatif lebih mahal. Selain biaya perawatan turbin angin yang mahal, umur pakai turbin tergolong singkat.
  • PLTB dapat memberikan ancaman pada kehidupan di alam liar. Contohnya burung yang terbang dapat terluka maupun terbunuh jika terbang ke arah turbin angin tersebut.
  • Untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin membutuhkan jumlah turbin yang cukup banyak. Kebutuhan pembangunannya harus sebanding dengan kebutuhan pembangkit listrik tenaga fosil. Penggunaan Turbin angin yang banyak, membuat area pembangunannya membutuhkan lokasi luas dan tidak mungkin untuk disembunyikan.
  • Peraturan daerah setempat mengenai tinggi bangunan juga ikut mempengaruhi pembangunan pembangkit listrik tenaga angin sehingga membuat pembangunan PLTB menjadi terhambat.
  • Penggunaan tiang yang tinggi untuk PLTB menyebabkan terganggunya cahaya matahari yang masuk ke rumah penduduk. Putaran baling-baling mangakibatkan cahaya matahari menjadi berkelap-kelip sehingga dapat mengganggu pandangan penduduk setempat.

Berikut ini adalah contoh penggunaan pembangkit listrik tenaga angin yang terdapat di Indonesia, di antaranya adalah :

  • Pembangkit Listrik Tenaga Angin pada Desa Waubaukul, kabupaten Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
  • Kawasan lain yang juga menggunakan Pembangkit Listrik tenaga Angin yaitu Pantai Bantul. Pada kawasan Pantai Bantul terdapat 30-40 titik kincir angin dengan ukuran kecil yang masing-masing titik mampu menghasilkan listrik sebesar 1.500 watt. Pantai Bantul memang merupakan kawasan ideal untuk pembangunan kincir listrik tenaga angin karena kondisi kecepatan anginnya yang ideal. Angin pada kawasan Bantul memiliki kecepatan 6 sampai 7 knot per detik dengan hembusan yang cukup stabil.

Demikianlah artikel tentang pembangkit listrik tenaga bayu. Semoga artikel ini mudah dimengerti dan bermanfaat bagi anda. Untuk artikel yang terkait lainnya, anda dapat membaca artikel dengan judul cara kerja pembangkit listrik tenaga angin pada situs ini.

Leave a Reply