Cara Memasang Saklar Lampu

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara memasang saklar lampu. Saklar dan Lampu, merupakan dua peralatan listrik yang sudah pasti digunakan di setiap rumah yang terpasang listrik. Saklar adalah pengendalinya, sedangkan lampu adalah peralatan yang dikendalikan oleh saklar. Lampu memiliki dudukan dengan nama fitting lampu. Fitting lampu inilah tempat kita memasang lampu.

Peralatan-peralatan listrik yaitu saklar, fitting dan lampu adalah alat listrik yang sering dioperasikan, sehingga tentu saja memiliki resiko lebih cepat rusak. Di artikel ini, saya akan membahas tentang bagaimana cara memasang saklar lampu dengan benar, sehingga anda mudah untuk memasang maupun mengganti kedua peralatan ini secara mandiri.

Cara Pasang Saklar Lampu

Sebelum memulai bagaimana cara pasang saklar lampu langkah demi langkah , ada hal yang perlu anda ketahui terlebih dahulu yaitu fungsi dari saklar.

Adapun Fungsi Saklar pada Rangkaian Listrik Adalah

Fungsi saklar atau switch pada rangkaian listrik adalah untuk memutus atau menyambungkan antara beban listrik dan sumber listrik (PLN) yang tersambung dengan saklar. Kalau kita perhatikan, hampir semua masyarakat menggunakan saklar untuk penerangan, walaupun ada sebahagian kecil yang menggunakannya untuk menghidupkan pompa air atau lainnya.

Dari hal tersebut muncul sebuah pertanyaan, Apakah saklar boleh kita gunakan untuk mematikan atau menghidupkan beban listrik selain lampu? Hal ini tentu saja tergantung dari spesifikasi sakelar. Anda bisa melihat spesifikasi arus kerja maksimum saklar yang tertera pada kemasan, atau pada bagian bodi saklar atau kertas manualnya. Umumnya saklar yang beredar di pasaran memiliki ketahanan terhadap arus listrik maksimum sebesar 6 Ampere.

 

Gambar 1. Cara Memasang Saklar Lampu

 

Macam-macam (jenis-jenis) saklar lampu 

Di bawah ini terdapat macam-macam saklar atau jenis-jenis saklar yang dapat anda gunakan dalam penerangan yaitu Saklar Tunggal, Saklar Tukar, Saklar Seri, Saklar Kelompok. Saklar Silang, Saklar Tarik, Tombol Tekan (Push Button), Saklar Kutub Dua dan Saklar Kutub Tiga.

Cukup banyak bukan? Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan anda. Tiap-tiap saklar tersebut memiliki cara kerjanya sendiri sendiri. Jika ingin mengetahui cara kerja masing-masing saklar tersebut silahkan kunjungi artikel kami dengan judul cara kerja saklar.

Cara Memasang Lampu

Sebelum memulai bagaimana cara memasang saklar lampu. Terlebih dahulu kita harus tahu bagaimana cara memasang lampu secara langsung ke sumber listrik? 

Gambar 2. Cara Pasang Lampu AC dan DC (arus bolak balik dan arus searah)

Menurut tegangan kerjanya lampu terdiri dari dua jenis yaitu tegangan AC (arus bolak balik) dan tegangan DC (arus searah)

Yang perlu anda ketahui adalah bahwa negara kita indonesia menggunakan tegangan listrik satu phase 220 V AC dan tegangan line tiga phasa  380 V AC.

Lampu mempunyai dua terminal, terminal pertama adalah ulir dan terminal keduanya bagian yang terdapat di bawah ulir (lihat gambar cara pasang lampu).

Aturan dasar pemasangan lampu dapat kita lihat pada gambar 2, sebaiknya terminal ulir kita pasang 0 (nol/netral) sedangkan terminal bagian bawah kita pasang phasa (P) / fasa /api/positif.

Namun Jika sumber listriknya adalah tegangan AC pemasangan kabel instalasi boleh terpasang secara terbalik, hal tersebut tidak akan memberi pengaruh pada rangkaian (tidak membuat alat menjadi rusak). Tapi alangkah baiknya anda mengikuti aturan di atas, selain untuk faktor keamanan, anda juga akan mudah memeriksanya jika terjadi kerusakan sambungan pada saklar.

Untuk pemasangan sumber tegangan DC pada lampu DC, pemasangan terminal positif dan negatif tegangan harus sesuai dengan polaritas lampu, jika tidak sesuai maka bisa membuat lampu putus atau rusak, tapi ada beberapa lampu yang sudah terpasang rangkaian pengaman sehingga bila terjadi pemasangan sumber tegangan DC yang terbalik, maka lampu tidak menyala, namun tidak rusak. 

Cara mengetahui kabel fasa dan netral sumber listrik

Untuk mengetahui kabel fasa (phase) dan netral dari sumber listrik dapat anda cari dengan menggunakan tespen atau bisa juga dengan menggunakan multimeter. Berikut langkah-langkah cara mengetahui kabel fasa dan netral :

  • Berhati-hatilah karena kabel yang akan kita uji beraliran listrik
  • Ambil tespen hubungkan ujung obeng tespen ke kabel yang beraliran listrik sentuh bagian kepala tespen yang berbahan logam dengan jari, sekali lagi hati-hati jangan sampai menyentuh ujung tespen yang terhubung dengan kabel listrik, karena anda bisa tersengat listrik
  • Jika lampu tespen menyala, maka kabel tersebut adalah fasanya
  • Sedangkan kabel yang tidak menyala adalah netral atau nolnya.
  • Jika tidak menyala keduanya, pastikan bahwa lampu tespen tidak putus, atau pastikan ujung tespen menempel ke kabel, atau pastikan aliran listrik mengalir ke kabel.
  • Apabila anda ingin mengetahui detailnya anda bisa mengunjungi artikel saya yang membahas cara menggunakan tespen yang benar dan aman

Setelah anda sudah bisa mengetahui mana kabel fasa (phase) dan mana kabel netral, berikutnya kita mulai dengan bahasan pokoknya yaitu cara memasang saklar tunggal.

Cara memasang saklar tunggal

Ada banyak saklar seperti yang saya sebutkan di atas, namun kita mulai dengan pembahasan cara memasang saklar tunggal.

Gambar saklar tunggal

Saklar tunggal terdiri dari dua terminal, terminal pertamanya adalah kabel phase dan terminal kedua  ke lampu (bagian di bawah ulir). Sedangkan lampu yang terdiri dari dua terminal, terminal bawah kita hubungkan ke saklar dan terminal ulir kita hubungkan ke nol / netral berikut gambar cara memasang saklar tunggal lampu

 

Cara memasang saklar lampu tunggal

Bagaimana cara memasang saklar lampu tunggal? Sebelum memasang saklar tunggal dan lampu anda terlebih dahulu harus menyediakan perlengkapan untuk memasang saklar dan lampu. Adapun perlengkapan untuk memasang satu saklar tunggal dan satu lampu adalah:

Tahap Persiapan

Harus tahu cara kerja saklar tunggal

Persiapan pertama yang harus anda lakukan adalah mengetahui cara kerja saklar tunggal dengan lampu.

Persiapkan gambar rancangan instalasi listrik

Tahap pertama adalah tahap mempersiapkan gambar rancangan instalasi listrik. Di sini saya akan mencoba memberikan contoh sederhana rancangan instalasi ruangan 3 m x 3 m, Tinggi tembok 3 meter, sedangkan tinggi saklar menurut PUIL 2011 6.11.2 kita pasang 1,25 meter dari permukaan lantai.

Perhitungan Kebutuhan kabel

Jarak dari saklar ke atap = 3 – 1,25 = 1,75 meter

Kabel merah:

panjang kabel = 1,75 meter + 0,75 meter (lihat gambar) + 1,5 meter (lihat gambar) =  4 meter

4,05 meter (kita lebihkan misalnya saya beri 0,5 meter) sehingga menjadi 4 + 0,5 = 4,5 meter

Untuk kabel biru (netral):

Karena kabel biru tidak turun ke saklar hanya di atas atap maka:

Sehingga panjang kabel biru = 0,75 m + 1,5 meter = 2,25 meter + 0,5 meter (lebihkan) = 2,75 meter

Persiapan perlengkapan pemasangan instalasi

Adapun persiapan perlengkapan dapat anda lihat pada tabel di bawah ini. Persiapan harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Persiapan perlengkapan terdiri dari dua bagian yaitu persiapan perlengkapan bekerja dan persiapan perlengkapan barang yang akan kita pasang

Perlengkapan Jumlah
Obeng (+) dan (-) Sesuai Baut
Baut Kayu atau Besi (+) Sesuai Kebutuhan
Saklar 1 Buah
Fitting Lampu 1 Buah
Kabel Merah (Phase) tunggal NYA
Sesuai Kebutuhan
Kabel Biru (Nol / Netral) tunggal NYA
Sesuai Kebutuhan
Pipa Listrik paralon
Sesuai Kebutuhan
Bor Listrik (Dengan baterai kalau belum ada listrik) 1 Buah
Gerinda Listrik (Dengan baterai kalau belum ada listrik) 1 Buah
Pahat Tembok 1 Buah
Palu 1 Buah
Meteran 1 Buah
Water Pas 1 Buah
Elbow Pipa Sesuai Kebutuhan
Kotak Sambungan Pipa Sesuai Kebutuhan
Lasdop / Pengaman Sambungan Kabel Sesuai Kebutuhan
Klem Pipa Sesuai Kebutuhan
Mata Bor Sesuai Kebutuhan
Pensil 1 buah
Penggaris 1 buah
Tangga 1 buah
Semen Sesuai Kebutuhan
Pasir Sesuai Kebutuhan
Air Sesuai Kebutuhan
Sendok Semen Sesuai Kebutuhan
Ember tempat mengaduk dan membawa semen Sesuai Kebutuhan
Benang bangunan Sesuai Kebutuhan
Kabel tracker sender (Pengetes sambungan kabel)
1 Buah

 

Tahapan Pemasangan

Setelah melalui tahapan persiapan barulah kita mulai tahapan pemasangan langkah demi langkah. Berikut tahapan pemasangan

Buatlah garis pada tembok tempat anda meletakkan saklar dan pipa listrik

Gambar garis pada tembok tempat anda letakkan saklar dan pipa listrik.  Sesuaikan dengan panjang dan lebar alat listrik yang ingin anda pasang. Anda bisa menggunakan waterpass agar mendapatkan hasil yang lurus. Gunakan meteran dan pensil agar mendapatkan gambar yang lebih presisi. Jika telah selesai barulah masuk tahap berikutnya.

Membuat lubang pada tembok yang ukurannya sesuai dengan box saklar dan pipa listrik

Anda bisa mengerjakan pekerjaan ini saat dinding sudah disemen atau belum. Namun jika belum tembok belum disemen lebih baik karena kerja akan lebih cepat.  Di sini anda menggunakan perlengkapan berupa tangga, pahat, palu, gerinda listrik, pipa dan saklar. Anda bisa menggerinda garis yang telah anda buat kemudian setelah itu baru memahatnya. Jika tidak mempunyai listrik untuk menggerinda, terpaksa anda hanya menggunakan pahat dan palu. Tentu saja penggunaan pahat saja dalam membuat lubang akan memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan. Kemudian lakukan pengecekan apakah box saklar dan pipa bisa masuk ke lubang yang anda buat? Kalau belum lebarkan dan dalamkan lubangnya dengan menggunakan pahat. Namun hati2 jangan sampai menembus tembok.

Masukkan saklar dan pipa pada lubang yang telah anda buat

Masukkan perlatan listrik tersebut (Saklar dan Pipa listrik). Jika sudah terpasang dengan kokoh barulah kita masuk ke langkah berikutnya.

Tutup lubang yang berisi saklar dan pipa dengan semen

Tahapan ini adalah tahapan menutup lubang yang berisi peralatan listrik dengan semen. Anda bisa mengaduk semen dan pasir di dalam ember. Jika tidak ada ember, bisa anda lakukan pada papan triplek atau barang lainnya. Siram dengan air tembok yang sudah berisi box saklar dan pipa, agar semen menempel pada tembok. Semen yang sudah anda aduk, kemudian anda gunakan untuk menutup lubang yang sudah ada pipa dan saklar di dalamnya. Masukkan ujung pipa ke dalam lubang saklar, agar lubang pipa yang akan kita masukkan kabel tidak tertutup semen.

Masukkan semua kabel dari atas atap ke dalam pipa listrik

Masukkan semua kabel sebanyak beban yang akan kita kontrol dengan saklar, ditambah kabel sumber ke saklar dengan mengikatnya. Jumlah kabel ada dua, satu kabel ke lampu (merah) dan kabel lainnya (untuk sumber tegangan) ke saklar (merah). Kemudian masukkan kabel-kabel (yang telah diikat dengan benang) dari ujung pipa atap dan dorong kebawah hingga keluar ke box saklar. Tujuan kabel-kabel diikat dengan benang adalah agar mudah memasukkannya secara bersamaan ke dalam pipa. Gambar di bawah adalah contoh, kabel yang dimasukkan ke dalam berwarna merah karena saklar tidak menggunakan kabel biru (netral / nol)

 

Pasang kabel pada saklar dan lampu

Anda dapat memasang kabel dan lampu sesuai dengan gambar pemasangan saklar dan fitting lampu di bawah ini. Jika pada tengah kabel terdapat sambungan, anda bisa menggunakan kotak sambungan pipa dan lasdop (pengaman sambungan kabel). Tujuan memakai kotak sambungan pipa dan lasdop adalah untuk keamanan, agar sewaktu nantinya ada gangguan tidak berbahaya bagi yang memperbaiki gangguan tersebut.

 

Bagaimana jika terjadi kerusakan pada saklar?

Cara mengganti saklar lampu

Bagaimana cara mengganti saklar lampu. Buka baut pada saklar. Lepas saklar dari tembok, Lepas kabel pada saklar. Kemudian ambil saklar baru, pasang kabel yang anda lepas tadi ke saklar baru. Yakinkan bahwa kabel yang anda pasang telah terpasang dengan kuat. Pasang saklar ke tembok. Pasang baut. Lakukan tes. JIka sudah benar, selesailah pekerjaan kita mengganti saklar tunggal.

Demikianlah artikel cara memasang saklar lampu yang telah saya buat. Anda dapat mengikuti link artikel saya tentang cara memasang saklar yang berikutnya di bawah ini terima kasih.

 

 

 

 

Leave a Reply