Cara Menghitung Kebutuhan AC

Birolistrikdotcom kali ini memberikan tips bagaimana cara menghitung kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan anda karena masih banyak sekali para customer AC yang tidak mengetahui bagaimana cara menghitung besarnya kapasitas AC untuk sebuah ruangan dan kebanyakan dari customer AC hanya menebak saja berapa besarnya PK kebutuhan AC untuk ruangan mereka.

Kami sudah memberikan sebuah kalkukator ac yang dapat anda gunakan untuk mengetahui kebutuhan ac anda pada suatu ruangan dengan ukuran tertentu. Anda bisa mengunjunginya jika ingin menggunakan kalkukator tersebut tersebut.

Cara menghitung kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan

Baiklah kita akan memulai bagaimana cara menghitung kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan.

Untuk menghitung berapa banyak AC yang akan dipasang pada sebuah ruangan dengan berdasarkan pada luas ruangan, dibutuhkan rumus, panjang ruangan dan juga lebar ruangan.

Cara Menghitung BTU AC

Untuk menghitung kebutuhan ac, diperlukan parameter berupa luas ruangan (panjang ruang dikali lebar ruang). Selain itu dibutuhkan besar konstanta standar BTU (British Thermal Unit) untuk ruangan yang terdapat diberbagai negara. Pengaruh dari panas cuaca, bahan dari jendela dan suhu suatu negara dapat mempengaruhi konstanta standar BTU.

British Thermal Unit (BTU)/hour
BTU/hr adalah sebuah satuan panas (suhu) yang digunakan oleh negara amerika dan juga oleh beberapa negara di Britania Raya. BTU/hr dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk mengurangi panas / mendinginkan ruangan dengan luas ruangan (panjang dikali lebar) dengan kondisi tertentu selama 1 jam.

Rumus BTU AC

Bagaimanakah rumus BTU AC? Untuk menghitung besarnya nilai BTU/hr terdapat beberapa persamaan. Yang mana salah satunya adalah persamaan 2.1 berikut rumusnya di bawah ini.

BTU/hr = Luas Ruangan x 500 ……………………………… 2.1

Di mana:

  • BTU/hr (BTU/hour) adalah Kemampuan mengurangi panas per jam
  • Luas Ruangan adalah Panjang Ruangan (meter) di kali Lebar Ruangan
  • 500 adalah nilai standar BTU di negara Indonesia dengan standar tinggi ruangan yang berkisar antara 2,5-3 meter. Jadi kalau tinggi ruangan di bawah 2,5 atau di atas 3 meter maka nilai BTU- berbeda.

Jika luas ruangan tersebut seperti persegi maka panjang dan lebar dimasukkan ke dalam rumus BTU/hr di atas maka rumusnya akan menjadi:

BTU/hr = Panjang ruang x Lebar ruang x 500 ……………………………… 2.2

Jika luas ruangan tersebut sepert lingkaran, maka bagaimanakah rumus BTU/hr yang akan digunakan?

BTU/hr = Luas Ruangan x 500

BTU/hr = 2x phi x r x r x 500     ………………………………….. 2.3

Dimana:

phi adalah konstanta lingkaran dengan nilai 3,14 atau 22/7

r adalah jari-jari ruangan

Paarkde Kracht / Tenaga Kuda / Horse Power (PK)
PK adalah sebuah satuan yang berupa singkatan dari Paarkde Kracht yang mana bahasa ini berasal dari bahasa belanda yang mempunyai arti tenaga kuda. Jika kita terjemahkan dalam bahasa inggris maka disebut Horse Power (Tenaga Kuda).
Pada AC satuan PK dijadikan sebagai sebuah satuan tenaga kompresor pada sebuah AC. Kalau di dunia elektro satuan PK ini digunakan sebagai satuan kekuatan motor listrik dalam menarik beban.

Untuk dapat melakukan konversi dari nilai BTU ke satuan PK, maka kita dapat menggunakan sebuah persamaan 2.4 berikut di bawah ini
PK = BTU/hr : 9.000 ……………………………… 2.4

Di mana:

PK adalah kekuatan AC dengan satuan PK

BTU/hr adalah satuan konversi panas ke dingin dengan satuan BTU/hr

9000 adalah faktor konversi nilai BTU/hr

Contoh Hubungan nilai PK dengan BTU/hr pada AC adalah sebagai berikut:

  • 0,5 PK = 5000 BTU/hr
  • 0,75 PK = 7000 BTU/hr
  • 1 PK = 9000 BTU/hr
  • 1,5 PK = 12.000 BTU/hr
  • 2 PK = 18.000 BTU/hr
  • 2,5 PK = 24.000 BTU/hr

Cara Menghitung AC Ruangan.

Bagaimana cara menghitung AC ruangan? Untuk menghitung BTU AC sebuah ruangan, saya akan memberikan banyak contoh di bawah ini. Contoh-contoh ini dapat anda pelajari sehingga anda dapat mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan AC pada suatu ruangan.

Cara Menghitung BTU Ruangan

Berikut di bawah ini contoh menghitung BTU Ruangan. Dari BTU ruangan kemudian dicari besar PK AC. PK tersebut yang nantinya digunakan untuk membeli kebutuhan AC.

Contoh:

Berapakah BTU sebuah ruangan yang terdapat di Indonesia dengan ketinggian ruangan tersebut setinggi 3 meter, panjang 3 meter dan lebar 3 meter? Dan berapa PK AC yang dibutuhkan untuk ruangan tersebut?

Jawab:

  • Ruangan 3m x 3m = 9m2 x 500 BTU = 4.500 BTU/hr.

Nilai BTU ruangan 3m x 3m adalah 4.500 BTU/hr, maka kalau kita konversi menjadi PK akan kita dapatkan sebagai berikut:

PK = BTU/hr : 9000 

PK = 4.500 : 9000 = 0.5 PK

Maka AC yang dibutuhkan untuk ruangan sebesar 3 meter x 3 meter adalah minimal 1/2 PK karena AC 1/2 PK memiliki BTU sebesar 5000 (lihat konversi PK ke BTU). Alangkah lebih baik kita menggunakan AC sebesar 3/4 PK dengan teknologi Inverter. Karena selain tidak membebani kinerja kompressor, juga akan dapat menghemat daya listrik.

  • Ruangan 3m x 4m = 12m2 x 500 BTU/hr = 6.000 BTU/hr.

Nilai BTU 6000 berkisar di antara 7000 BTU dan 9000 BTU. Sehingga AC yang digunakan adalah 3/4 PK, alangkah lebih baik menggunakan AC 1 PK dengan teknologi inverter.

Inilah alasan kenapa untuk ruangan 3×4 (12m2) harus menggunakan AC 1 PK dengan teknologi inverter, walaupun kalau memakai AC 3/4 PK ruangan juga tetap masih bisa dingin tetapi waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih lama.

Berikut di bawah ini adalah analisa penggunaan untuk ruangan 3×4 di atas :

1. Jika anda tetap menggunakan AC 3/4 PK, ruangan akan tetap bisa dingin namun AC tersebut harus dipaksa bekerja dengan kemampuan maksimum (100% kecepatan Fan maksimum dan suhu remote 16 derajat) barulah ruangan bisa terasa dingin, terutama pada siang hari apalagi jika di kamar tersebut terdapat jendela yang menghadap barat yang mana sinar matahari siang menuju sore yang sedang panas-panasnya menghadap ke jendela tersebut, umur AC tersebut pasti tidak tahan lama hal tersebut karena kinerja kompressor harus bekerja maksimal.

Hal ini akan berakibat pada konsumsi listrik yang semakin boros karena kompressor AC akan lebih sering hidup daripada mati. Dan pada saat kompressor menyala konsumsi listrik sebesar PK dari AC akan terus terkonsumsi (sebagai contoh 3/4 PK besar konsumsi listriknya adalah 600 Watt atau 530 Watt untuk AC dengan tipe Low Watt)

2. Jika anda menggunakan AC 1 PK, anda hanya cukup menggunakan kecepatan Fan sedang, suhu remote 24 derajat sehingga ruangan sudah terasa dingin. Hal ini akan berakibat langsung pada konsumsi listrik AC tersebut, walau AC 1 PK dengan besar konsumsi listrik sebesar 780 Watt atau 660 Watt untuk tipe AC Low Watt akan tetapi kompressor akan lebih sering mati sehingga tidak perlu bekerja secara maksimal dan dapat memperpanjang umur AC itu sendiri.

3. Beda harga AC 3/4 PK dan 1 PK hanya berkisar sebesar 150 ribu-an Rupiah saja. Jadi tidak terdapat alasan untuk penggunaan AC pada ruangan 3 x 4 anda masih menggunakan AC 3/4 PK. Memang di depan anda berhemat biaya pembelian AC sebesar 150-an ribu, tapi dalam bulan berjalan pembayaran tagihan listrik anda, kami jamin akan lebih hemat jika anda memakai AC 1 PK apalagi bila anda nyalakan ber jam-jam setiap harinya.

  • Ruangan 4m x 4m = 16m2 x 500 BTU = 8.000 BTU.

NilaiBTU 9600 berkisar di antara 8.000 BTU dan 9.000 BTU. Sehingga AC yang digunakan berkisar antara 1 PK dan 1,5 PK.

Jadi untuk ruangan 4 m x 4 m, besar BTU yang dibutuhkan adalah 8000, jadi memang harus pakai minimal 1 PK dan lebih baik jika menggunakan AC 1,5 PK Inverter.

Jika BTU yang dibutuhkan besarnya sebesar 13.000 BTU kemungkinan AC 1,5 PK masih cukup untuk mendinginkan ruangan tanpa harus terlalu membebani kinerja kompressor. Akan tetapi bila besar nilai BTU yang dibutuhkan ruangan sudah lebih besar dari 13.000 BTU maka kami sarankan untuk menggunakan AC 2 PK dengan BTU 18.000 hal ini agar penggunaan listrik lebih hemat dan kinerja kompressor tidak terlalu berat.

Rumus perhitungan yang terdapat di atas hanya berlaku untuk tinggi ruangan dengan tinggi langit-langit ruangan standard yaitu sekitar 3m. Di atas itu maka untuk setiap meter ketinggian langit-langit / eternit akan dibutuhkan 1000 Btu lagi.

Ada yang harus anda perhatikan untuk Rumus tersebut di atas juga berlaku untuk penggunaan pipa standard (pipa ac dari indoor ke outdoor) sampai dengan 10 meter. Contoh apabila AC 1/2 PK tapi jarak indoor dan outdoor AC harus mencapai 13 hingga 15 meter bahkan lebih (hal ini biasa terjadi pada pemasangan AC di ruko yang mana unit indoor dipasang di lantai 1 sedangkan unit outdoor dipasang pada dak atas lantai 4) maka disarankan agar PK AC dinaikan menjadi 3/4 PK atau menjadi 1 PK bila pada ruangan tersebut juga terdapat jendela besar dan terkena sinar matahari secara langsung.

Bagaimana jika anda menggunakan AC Inverter. Untuk AC inverter pastikan BTU AC-nya lebih besar dari kebutuhan ruangan yah. Sebagai contoh bila ruangan kamar berukuran 4×4 meter kebutuhan ruangan 9600 BTU. maka disarankan untuk menggunakan AC Inverter 1,5 PK dibanding dengan 1 PK. Mengapa? Karena jika kita melihat cara kerja AC Inverter yang mana jika suhu ruangan sudah mendekati suhu yang terdapat pada remote maka daya / Watt AC Inverter akan turun bahkan hingga ke daya / Watt minimal.

Jadi untuk ruangan 4×4 kalau kita pakai AC Inverter 1,5 PK maka suhunya akan lebih cepat tercapai, dan kinerja kompressor tidak perlu bekerja secara maksimal untuk mencapai suhu yang diinginkan misalnya suhu 24 derajat atau 25 derajat celcius. Daya / Watt AC Inverter akan bisa lebih cepat mencapai daya / watt minimalnya sehingga tentunya akan berdampak langsung pada konsumsi listrik rumah/kantor anda.

Demikianlah artikel kami tentang bagaimana cara menghitung kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan. Anda dapat membaca artikel kami lainnya tentang AC dengan judul tips memilih AC.

About the author

Dedy Fermana, yang lebih akrab disapa Dedy, adalah Seorang Content Artikel di Birolistrik. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi seperti kelistrikan, Pendingin (AIr Conditioner), PLC, SEO. Melalui tutorial Birolistrik ini, Dedy ingin berbagi informasi dan membantu pembaca untuk menyelesaikan masalah yang dialami seputar artikel.

Leave a Reply