Pengertian Refrigeran, Fungsi dan Karakteristiknya

Apakah refrigeran (bahan pendingin)? Bagi para pekerja di industri pendingin tentu saja tahu apa itu refrigeran. Ada juga yang mengenal istilah refrigeran itu dengan nama freon (zat pendingin). Namun bagi yang belum tahu dan pemula dalam industri pendingin dan tata udara tentu ingin tahu apakah refrigeran tersebut? Jika ingin tahu lebih lengkapnya, yuk baca sampai habis artikel ini.

Baiklah kita akan memulainya dengan pengertian refrigeran.

Refrigerant Adalah

Refrigerant adalah suatu zat / fluida yang dapat diturunkan suhunya menjadi di bawah suhu lingkungannya yang digunakan dalam sistem refrigerasi (pendingin). Jadi, refrigeran adalah salah satu komponen yang terpenting di dalam sistem refrigerasi. Selain itu zat ini yang digunakan dalam perpindahan kalor atau panas dalam sistem pendingin yang mana tanpa refrigeran sistem refrigerasi tidak akan mungkin bekerja.

Seiring waktu terjadi perubahan penggunaan bahan pendingin pada sistem pendingin. Mulai dari penggunaan refrigeran natural (amonia, karbondioksida dan air), kemudian berganti menjadi penggunaan refrigeran dari bahan refrigeran sintetis (CFC dan HCFC) hingga kini beralih kembali ke refrigeran alami (HC, HFO, Amonia dan lainnya).  

Untuk memilih penggunaan bahan refrigeran yang baik di dalam sistem pendingin tidaklah mudah karena untuk pemilihan bahan refrigeran dibutuhkan syarat-syarat tertentu yaitu selain bisa diturunkan suhunya dan dapat digunakan untuk bahan pada sistem pendingin, bahan refrigeran juga harus tidak memiliki resiko berbahaya baik untuk lingkungan maupun untuk penggunanya.

Oleh karena itu melalui berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa pihak baik oleh para produsen pendingin seperti air conditioner (AC), kulkas, chiller dan pendingin-pendingin lainnya maupun oleh peneliti lainnya, kemudian pemerintah menetapkan standarisasi dalam penggunaan bahan refrigeran. Melalui standarisasi tersebut ditetapkan mana refrigeran yang boleh digunakan dan mana refrigeran yang tidak boleh digunakan. Adapun tujuan dari standarisasi refrigeran tersebut adalah agar dapat dipilih refrigeran yang aman baik untuk lingkungan maupun untuk penggunanya. Standarisasi inilah yang dijadikan untuk acuan pemasangan AC yang digunakan oleh konsumen.

Fungsi Refrigeran

Apakah fungsi refrigeran? Setelah anda mengetahui dan memahami pengertian refrigeran, berikutnya kita akan memahami fungsi dari refrigeran tersebut. Jadi fungsi dari refrigeran adalah sebagai berikut:

1. Menyerap Panas

Melalui sistem refrigerasi, Refrigeran mempunyai peran dalam menyerap panas yang terdapat pada lingkungannya. Saat suhu panas yang terdapat pada lingkungannya diserap oleh refrigeran, maka suhu di lingkungannya tersebut akan menjadi lebih rendah.

2. Mengubah Fase

Refrigeran dapat berubah dari fase cair menjadi gas ketika dilakukan perubahan tekanan (menggunakan kompressor) terhadap refrigeran tersebut, perubahan fase dari cair ke gas ini akan menaikkan temperature dari refrigeran tersebut. Kemudian refrigeran akan berubah fase dari gas ke cair dengan cara menurunkan tekanan pada refrigeran tersebut sehingga temperature refrigeran tersebut menjadi turun. Proses perubahan inilah yang membuat sistem pendingin untuk menghilangkan panas lingkungannya.

Dari fase perubahan fase dan penyerapan panas dalam sistem refrigerasi, jumlah bahan refrigeran ini tidak berkurang selama proses berlangsung, inilah yang membuat refrigeran ini digunakan dalam sistem refrigerasi.

Karakteristik Refrigeran

Karakteristik dari refrigeran sangat penting untuk anda ketahui dan pahami dalam industri pendingin. Karena dari hal inilah anda bisa mengetahui pengaruh efesiensi dan keamanan dari refrigeran pada sistem refrigerasi. Berikut ini adalah karakteristiknya:

1. Titik didih

Bahan Refrigeran harus mempunyai titik didih yang rendah sehingga dapat dengan mudah digunakan untuk menyerap panas lingkungannya.

2. Konduktivitas Thermal

Konduktivitas Thermal (kemampuan menghantarkan suhu) refrigeran harus tinggi. Hal ini berguna agar pelepasan dan penyerapan panas oleh refrigeran tersebut dapat ditransfer ke lingkungannya secara efektif.

3. Aman Terhadap Lingkungan

Refrigeran harus aman digunakan baik oleh penggunanya maupun oleh lingkungan (tidak merusak lingkungan). Banyak refrigeran modern dibuat untuk mengurangi dampaknya terhadap kerusakan lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan global.

4. Tekanan Uap

Refrigerasi harus mempunyai tekanan uap yang tepat sehingga dapat bekerja dengan efesien pada besaran suhu tertentu.

5. Toksisitas

Refrigeran harus aman untuk ditangani dan tidak beracun bagi manusia.

6. Kelarutan Minyak

Beberapa sistem pendingin (refrigerasi) menggunakan minyak pelumas untuk melumasi kompressornya. Refrigeran harus dapat larut dalam minyak tersebut namun dapat berfungsi dengan baik selama beroperasi.

7. Innertness Kimia.

Refrigeran harus stabil secara kimiawi dan tidak bereaksi dengan bahan lain dalam sistem refrigerasi.

Demikianlah pengertian, fungsi dan karakteristik refrigeran. Semoga anda dapat memahami dan mengetahuinya. Anda dapat membaca artikel kami lainnya tentang bagaimana tips memilih pendingin (refrigerator) ruangan.

About the author

Dedy Fermana, yang lebih akrab disapa Dedy, adalah Seorang Content Artikel di Birolistrik. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi seperti kelistrikan, Pendingin (AIr Conditioner), PLC, SEO. Melalui tutorial Birolistrik ini, Dedy ingin berbagi informasi dan membantu pembaca untuk menyelesaikan masalah yang dialami seputar artikel.

Leave a Reply