SCR Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

Kali ini kita akan membahas sebuah komponen elektronika daya yaitu tentang pengertian, fungsi dan cara kerja SCR. Saat ini terdapat banyak komponen elektronika daya yang mana salah satunya adalah SCR. SCR atau dikenal dengan nama thyristor digunakan sebagai penyearah terkendali pada rangkaian elektronika daya.

Jadi sebelum kita membahas pengertian SCR, SCR adalah singkatan dari Silicon Controlled Rectifier yang berarti Penyearah berbahan Silikon yang dapat dikendalikan. Adapun pengertian dari SCR

Pengertian SCR adalah

Dioda SCR atau SCR atau thyristor adalah salah satu jenis komponen elektronika daya yang berfungsi sebagai penyearah terkendali. Jika kita bedakan dengan dioda maka perbedaan komponen dioda dengan SCR adalah pada pengendalinya, yang mana dioda tidak memiliki pengendali sedangkan SCR memiliki pengendali. Pengendali pada SCR terletak pada GATE nya.

Gambar Simbol Dioda SCR

Fungsi SCR Adalah

Adapun fungsi scr adalah sebagai penyearah (dioda) yang bisa dikendalikan. Maksud dikendalikan adalah bisa diatur ON dan OFF nya dengan memberikan tegangan pada pin GATE yang berfungsi seperti sebuah switch atau sakelar. Dengan memberi tegangan pada pin GATE (VGK= 0,8) maka arus dapat mengalir dari anoda ke katoda.

Karakteristik SCR

Dengan mengetahui karakteristik SCR maka anda dapat dengan mudah mengetahui cara kerja SCR tersebut. Jadi apakah karakteristik SCR? Untuk mengetahuinya perhatikan gambar karakteristik di bawah ini:

Gambar karakteristik SCR

Parameter dari gambar karakteristik SCR di atas:
VDRM = Peak Repetitive Off State Forward Voltage
IDRM = Peak Forward Blocking Current
VRRM = Peak Repetitive Off State Reverse Voltage
IRRM = Peak Reverse Blocking Current
VTM = Peak on State Voltage
IH = Holding Current

Perhatikan penjelasan gambar karakteristik SCR di atas.

  • Jika sumber tegangan masukan tegangan searah diberikan pada SCR maka SCR akan konduksi (ON) jika potensial pada anoda lebih positif daripada potensial pada katoda dan pada terminal gate dialirkan arus pulsa positif sebesar arus trigger yang terdapat pada datasheet SCR tersebut.
  • Kondisi ON SCR ini ditentukan oleh besar arus pulsa positif pada gate yang sesuai dengan tipe SCR tersebut. Akan tetapi, SCR akan terus ON (mengalirkan arus dari anoda ke katoda) meskipun arus pulsa pada gate diputus. SCR akan putus (OFF) dengan cara membuat potensial pada anoda sama dengan katoda atau arus anoda ke katoda di bawah nilai arus holding (IH).
  • Proses mengalirkan arus listrik pada terminal gate ini disebut penyulutan/ pemicu (trigger), sedangkan proses pemutusan (OFF) dari kondisi ON ini disebut komutasi (commutation).
  • Selanjutnya, jika masukkan tegangan sumber yang digunakan adalah tegangan bolak-balik, maka SCR akan ON ketika tegangan bolak-balik pada polaritas positif dan akan OFF pada polaritas negatif atau nol, tetapi pada terminal gate harus selalu diberikan arus pulsa positif.
  • SCR akan OFF ketika arus pulsa pada gate diputus dan Arus anoda ke katoda harus bernilai di bawah Arus Holding / IH . Ini berarti, arus pulsa pada gate harus selalu dihubungkan dengan terminal gate dan arus anoda ke katoda harus tetap sama dengan atau lebih besar dari arus holding  agar rangkaian dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.

Gambar contoh kurva karakteristik SCR forward bias dan reverse bias

Berikut adalah contoh kurva karakteristik Thyristor terdapat dua variabel, yaitu tegangan forward / bias maju (UF) dan tegangan reverse / bias mundur (UR), dan variabel arus forward IF dan arus reverse IR.

Pada tegangan forward UF, jika arus gate diatur dari 0 mA hingga sampai diatas 50 mA, maka Thyristor akan cut-in dan mengalirkan arus forward IF jika arus anoda ke katoda sama dengan atau lebih besar dari arus holding.

Dan Tegangan reverse untuk Thyristor UR sekitar 600 Volt.

Agar Thyristor tetap ON, maka ada arus yang tetap dipertahankan disebut arus holding IH sebesar 5 mA.

Cara Kerja SCR

Jika anda ingin mengetahui cara kerja thyristor SCR atau prinsip kerja SCR, anda harus memperhatikan penjelasan berikut ini. Adapun cara kerja thyristor SCR adalah:

1. Ketika sumber tegangan diberikan (suplai tegangan), Saat tidak dialiri arus listrik, SCR akan berada di keadaan OFF.

2. Saat terminal GATE-nya dialiri arus rendah (GATE diberi tegangan DC yang besarnya sesuai datasheet), maka SCR akan menjadi ON jika tegangan Vak dan menghantarkan arus listrik dari ANODA ke KATODA.

3. Meskipun arus listrik pada GATE-nya dihilangkan (0 Volt), SCR akan tetap dalam keadaan ON sampai arus listrik yang mengalir dari ANODA ke KATODA tersebut lebih kecil dari arus holding / IH

4. Sama halnya dengan Dioda, Jika arus mengalir dari potensial positif ke negatif melalui ANODA ke KATODA, ketika GATE mendapat tegangan. Dan sebaliknya jika diberi tegangan dengan potensial terbalik (Anoda mendapat potensial negatif sedang KATODA mendapat potensial POSITIF), maka SCR tidak akan melewatkan arus listrik.

Dari cara kerja scr tersebut, yang mana SCR akan bekerja ketika diberi trigger tegangan melalui terminal GATE nya, hal ini mirip seperti cara kerja scr sebagai saklar, di mana GATE dari SCR tersebut berfungsi seperti sebagai saklar yang meng ON kan SCR sehingga arus listrik dapat mengalir dari ANODA ke KATODA SCR tersebut.

 

Berikut di bawah ini adalah rangkaian trigger scr. Rangkaian ini adalah rangkaian scr sederhana dan dapat juga disebut dengan rangkaian scr sebagai saklar karena pemberian pulsa pada gate dari scr ini dapat meng ON dan meng OFF kan arus yang melalui anoda ke katoda.

 

Dari gambar rangkaian scr sederhana tersebut terlihat pemberian tegangan sumber bolak balik ke beban resistor R2 melalui terminal anoda dan katoda. Terminal gate diberi pulsa positif maka arus saat itu dapat mengalir dari anoda ke katoda dan akan OFF saat arus yang mengalir melalui anoda ke katoda di bawah nilai arus holding dari SCR tersebut. Untuk mengetahui besarnya arus holding pada SCR, anda bisa melihatnya pada datasheet SCR tersebut.

Demikianlah kami jelaskan cara kerja thyristor jenis scr silicon controlled rectifier. Cara kerja ini, sama untuk semua jenis scr termasuk juga cara kerja scr 2p4m. Bedanya adalah tegangan besarnya tegangan trigger GATE.

Anda dapat juga membaca artikel kami tentang komponen thyristor jenis lain dalam elektronika daya dengan judul fungsi dan cara kerja TRIAC. Semoga anda dapat memahami artikel kami, terima kasih.

jenis scr
karakteristik scr
jenis jenis scr

jenis scr transistor
macam macam scr
macam scr
scr fir3d adalah
thyristor scr adalah
tipe tipe scr

cara kerja scr 2p4m

About the author

Dedy Fermana, yang lebih akrab disapa Dedy, adalah Seorang Content Artikel di Birolistrik. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi seperti kelistrikan, Pendingin (AIr Conditioner), PLC, SEO. Melalui tutorial Birolistrik ini, Dedy ingin berbagi informasi dan membantu pembaca untuk menyelesaikan masalah yang dialami seputar artikel.

Leave a Reply