Arduino LCD, Pilih Modul LCD yang Cocok untuk Projectmu

Arduino LCD. LCD (Liquid Crystal Display) adalah sebuah komponen elektronika yang berguna sebagai media untuk menampilkan karakter (gambar, huruf, angka atau lainnya) yang terbuat dari bahan kristal cair.

Ada berbagai macam produk modul / interface LCD yang beredar di pasaran. Namun, manakah dari produk tersebut yang librarynya didukung oleh software arduino IDE?

Berikut yuk kita simak penjelasan di bawah ini:

1. Arduino LCD 1602

LCD 1602 adalah sebuah komponen elektronik berupa display yang bisa kita isi dengan (16 x 2)  32 karakter. Maksud dari 16×2 karakter adalah 16 karakter yang dapat diisi di baris bawah dan 16 karakter yang dapat diisi di baris atas.

Ada dua pilihan warna dari LCD ini, yang pertama adalah warna kuning hijau dan yang kedua adalah warna biru. Pemilihan warna tergantung dengan selera anda, namun secara fisik dan penggunaannya tetap sama.

Spesifikasi dari LCD 1602 ini adalah:

  • LCD ini mempunyai tampilan 2 baris @ 16 karakter, 5 x 8 pixel / karakter
  • memiliki kontroller tampilan: HD44780 (sesuai dengan standar industri LCD)
  • mempunyai lampu latar tergantung warna LCD-nya, warna latar Kuning Hijau (Yellow Green backlight) untuk  LCD Hijau dan warna latar biru  (blue backlight) untuk LCD Biru
  • Tulisan tiap karakter berwarna hitam
  • Tingkat pencahayaan / kontras dari LCD dapat diatur serta dapat terlihat jelas
  • Tegangan Input sebesar 5V DC
  • Ukuran dimensi dari modul adalah panjang 80 mm, lebar 36 mm dan tinggi 12 mm
  • Ukuran dimensi dari layar adalah panjang 64,5 mm dan lebar 16 mm

Tingkat pencahayaan atau kontras dapat kita setel dengan memutar potensiometer yang kita pasang.

Adapun 16 pin yang terdapat pada LCD adalah:

Pin LCD Fungsi
VSS Ground LCD
VDD Tegangan input 5V DC
VE Pengaturan kontras tegangan diatur menggunakan resistor variable (0V untuk maksimum kontras, 5v untuk minimum kontras)
RS Register select
R/W Fungsi Menulis dan Membaca
E Enable
D0 Data 0
D1 Data 1
D2 Data 2
D3 Data 3
D4 Data 4
D5 Data 5
D6 Data 6
D7 Data 7
Backlight Anoda Tegangan input lampu latar 5V DC
Backlight Katoda Ground lampu latar

Adapun library dari arduino IDE yang digunakan untuk mengontrol LCD adalah:

LiquidCrystal.h

Library LiquidCrystal.h digunakan untuk pengontrolan arduino dengan LCD secara paralel.  Ada 2 mode pengontrolan secara paralel antara arduino dengan LCD.

Adapun Mode tersebut adalah:

  • 4 bit LCD

Pada mode 4 bit LCD, data yang dikirimkan dari arduino ke modul LCD dalam 4 bit. Sedangkan data 8 bit akan dikirim dalam bentuk 4 bit – 4 bit yaitu data akan ditransfer menggunakan dua pulsa. Maksudnya adalah pengiriman 4 bit data dengan menggunakan pulsa pertama dan 4 bit data dengan menggunakan pulsa kedua. Jadi mode ini hanya menggunakan empat buah pin ditambah 3 pin kontrol (RS, RW, E) arduino.

Pin RW bisa kita kontrol dengan arduino atau kita hubungkan ke ground. Jika dikontrol dengan arduino berarti kita dapat menulis dan membaca LCD. Kalau dihubungkan dengan ground berarti hanya dapat digunakan untuk menulis ke tampilan LCD.

Jadi kebutuhan penggunaan pin arduino untuk mengontrol LCD 4 bit ini adalah sebanyak 6 sampai 7 pin I/O.

Pada mode ini, kecepatan pengiriman data memang agak lambat karena data dibagi menjadi 4 bit. Namun hal tersebut tidak begitu menjadi masalah karena dilakukan oleh prosesor yang mempunyai kecepatan yang tinggi. Adapun keuntungan menggunakan mode adalah penggunaan pin Arduino menjadi lebih sedikit jika dibandingkan dengan mode 8 bit. Al hasil I/O yang tersisa  dapat digunakan untuk pengontrolan yang lain.

  • 8 bit LCD

Pada saat LCD menggunakan mode 8-bit, maka semua pin data LCD dari pin D0 sampai D7 terhubung ke Arduino. Pada mode ini data dikirimkan sebanyak 8 bit dalam satu pulsa pada saat yang bersamaan. Selain itu terdapat juga penggunaan tiga pin kontrol yang terhubung ke Arduino. Mode ini lebih cepat jika dibandingkan dengan mode 4-bit, namun efeknya tidak terlalu kelihatan karena bekerja dalam waktu sepersekian ribu detik. Kelemahan dari mode ini adalah LCD terlalu banyak menggunakan pin I/O Arduino. Jumlah pin yang digunakan berkisar antara 10 hingga 11 pin.

 

Untuk lebih jelas bagaimana cara membuat dan memprogramnya anda bisa mengunjungi artikel kami berjudul LCD 8-Bit Mode Arduino.

2. Arduino LCD I2C

LCD I2C adalah sebuah modul elektronik LCD yang dikontrol secara serial sinkron dengan menggunakan protokol I2C (Inter Integrated Circuit) atau TWI (Two Wire Interface). Secara normal, sebuah modul LCD mempunyai koneksi secara parallel baik untuk pin kontrol (RS, R/W,E,) ataupun datanya (D0-D7).

Namun pengontrolan secara paralel ini memiliki sisi negatif yang mana koneksi secara parallel akan menggunakan banyak pin pada sisi kontroller (misal Mikroprosessor, Arduino, komputer, Android dll). Setidaknya dengan pengontrolan secara paralel ini anda akan membutuhkan minimal 6 atau 7 pin untuk mengendalikan sebuah modul LCD.

Jadi kenapa koneksi secara paralel dikatakan mempunyai sisi negatif? Baiklah, kita hitung jumlah I/O yang terdapat pada Arduino Uno. Arduino Uno mempunyai pin digital I/O sebanyak 13 buah. Jika Anda menggunakan mode 4 bit atau mode 8 bit, minimal I/O yang digunakan berjumlah 6 pin. Jadi sisa I/O yang tidak digunakan adalah 7 buah. Bayangkan saja jika proyek yang anda kerjakan membutuhkan I/O yang banyak. Tentu saja kebutuhan I/O tidak mencukupi. Untuk menanggulangi hal tersebut anda bisa menggunakan modul konverter dari paralel ke serial. Modul ini hanya menggunakan 2 buah pin I/O untuk mengontrol LCD. Anda bisa mempelajari contoh program arduino LCD 16×2 i2c pada artikel yang telah saya bahas sebelumnya.

 

3. OLED Arduino

OLED Arduino. Organic Light-Emitting Diode atau OLED adalah merupakan sebuah komponen semikonduktor terbuat dari lapisan organik yang berfungsi sebagai pemancar cahaya. Adapun penggunaan OLED dalam teknologi elektroluminensi berupa seperti display atau tampilan layar. Teknologi ini memiliki ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm dan terkenal fleksibel.

Teknologi ini ditemukan oleh seorang ilmuwan pada Perusahaan Eastman Kodak yaitu Dr. Ching W. Tang pada tahun 1979. Sedangkan penelitian teknologi ini di Indonesia dimulai pada tahun 2005. OLED dibuat dan digunakan sebagai teknologi alternatif yang mampu mengungguli generasi dari  tampilan layar yang telah ada sebelumnya seperti LCD. Hingga sekarang OLED terus dikembangkan dan digunakan dalam teknologi display atau tampilan

Adapun jumlah warna yang dipancarkan oleh komponen OLED berkembang dari satu warna menjadi banyak warna. Perubahan warna didapatkan dengan membuat variasi tegangan listrik yang diberikan pada komponen ini sehingga komponen ini mempunyai prospek untuk dijadikan sebagai komponen alternatif untuk tampilan layar datar berdasarkan kristal cair. Dalam aplikasinya, saat ini pengguna arduino banyak yang menggunakannya.

Saat ini di pasaran, OLED terdapat dalam berbagai ukuran menurut lebar dan panjang layar. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan anda.

Kelebihan OLED

Adapun kelebihan dari penggunaan OLED adalah:

  • Display OLED menarik dan baru. Layarnya dibuat dari gabungan variasi warna yang terdapat dalam kaca transparan yang sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel.
  • OLED mempunyai kemampuan untuk bekerja sebagai sumber cahaya yang menghasilkan cahaya terang berwarna putih pada saat dihubungkan dengan sumber listrik.
  • Daya listrik yang digunakan rendah. Selain itu komponen ini juga terbuat dari bahan organik sehingga membuat OLED menjadi teknologi yang ramah lingkungan.
  • Penggunaan OLED memakan biaya operasional yang relatif lebih rendah serta proses perakitan yang relatif lebih sederhana jika dibandingkan dengan LCD. OLED ini juga dapat kita cetak ke atas substrat yang sesuai, dengan memakai teknologi pencetak tinta semprot (inkjet printer).
  • Mempunyai variasi warna, tingkat terang, serta tampilan sudut pandang yang sangat luas. Tiap Pixel layar OLED memancarkan cahaya secara langsung sedangkan LCD hanya memakai teknologi cahaya dari belakang (backlight) sehingga tidak memancarkan warna sebenarnya.
  • Waktu reaksinya lebih cepat. Jika kita bandingkan dengan layar LCD, layar LCD waktu reaksinya 8-12 milisekon, sedang OLED kurang dari 0.01 ms.
  • Dapat dioperasikan pada range atau batas suhu yang lebih lebar.

Kekurangan OLED

Adapun kekurangan OLED adalah sebagai berikut:

  • OLED hanya dapat digunakan sekitar 14.000 jam, jika kita bandingkan dengan LCD layar datar lain bisa mencapai 60.000 jam atau bahkan 100.000 jam. Pada tahun 2007, masa pakai OLED dikembangkan hingga 198.000 jam.
  • Kondisi lingkungan yang lembab bisa memperpendek umur pemakaian OLED. Bahan organik yang terkandung dalam OLED dapat rusak jika kena air.

 

 

 

4. TFT LCD For Arduino

TFT LCD Arduino. Sama halnya dengan OLED, TFT LCD ini terdapat dalam berbagai ukuran lebar dan panjang layar. TFT LCD atau Thin film transistor liquid crystal display adalah sebuah varian dari LCD (Liquid Crystal Display) yang menggunakan teknologi Transistor Film Tipis (TFT) untuk meningkatkan performa / kualitas gambar seperti addressability (pengalamatan) dan kontras. TFT LCD merupakan matriks aktif LCD. Komponen ini berbeda dengan matriks pasif LCD atau LCD sederhana. Ia tampil seperti LCD dalam beberapa segmen.

TFT LCD banyak digunakan dalam alat listrik seperti televisi, ponsel, monitor laptop, video game portabel, monitor komputer, PDA/Tablet, serta sistem navigasi dan proyektor

Sama halnya seperti LCD 1602, dalam pengontrolan dengan arduino TFT LCD ini terdiri dari pengontrolan:

1. TFT LCD Serial SPI

Modul TFT LCD Serial SPI ini juga terdapat dalam berbagai ukuran layar. Anda  bisa menggunakannya dengan arduino sebagai pengontrolnya.

 

2. TFT LCD Paralel

Modul TFT LCD Paralel terdapat dalam berbagai ukuran layar. Anda  bisa menggunakannya dengan arduino sebagai pengontrolnya. Modul TFT LCD paralel ini juga ada yang khusus untuk penggunaan arduino mega 2560.

TFT LCD Untuk Arduino

TFT LCD ini cocok untuk tipe arduino Uno, Mega 2560. Perhatikan posisi pin dan jumlah pin. Penggunaannya tinggal dicolok ke I/O arduino.

 

TFT LCD untuk Arduino Mega 2560

Di bawah ini adalah TFT LCD untuk Arduino Mega 2560. Perhatikan letak dan posisi pin jika ingin membelinya. Penggunaannya tinggal dicolok ke I/O arduino.

 

Demikianlah artikel tentang Arduino LCD yang saya berikan. Semoga bisa membantu anda dalam menyelesaikan proyek anda yang berhubungan dengan arduino terima kasih.

Leave a Reply