Konversi Ampere ke Watt Lengkap Beserta Kalkulatornya

Konversi Ampere ke watt. Bagaimana melakukan konversi dari ampere ke watt? Saya rasa mungkin saat ini anda sedang mencari jawaban bagaimana mengkonversi ampere ke watt. Pertanyaan anda akan saya jawab melalui artikel ini. 

Ampere dan watt adalah satuan listrik yang berbeda, ampere merupakan besaran pokok sedangkan watt adalah besaran turunan.  Oleh sebab itu ampere dan watt tidak bisa kita konversi secara langsung, akan tetapi harus melalui perhitungan rumus. Oleh karena itu untuk melakukan konversi ampere ke watt, kita harus tahu rumus watt (rumus daya listrik) terlebih dahulu.

Kalkulator Konversi Ampere ke Watt

Berikut ini adalah kalkulator konversi ampere ke watt. Kalkulator ini terdiri dari 3 konversi yaitu daya dc, daya ac 1 phase, daya ac 3 phase.

 

Kalkulator Konversi Ampere ke Watt (DC)

I = A  
 
 
     
P = Watt  

Kalkulator Konversi Ampere ke Watt (AC 1 Phase)

Kalkulator ini dapat anda gunakan untuk menghitung daya satu phase. Contohnya adalah daya-daya peralatan listrik rumah tangga yang antara lain adalah setrika listrik, kulkas, kompor listrik, ac, televisi dan berbagai peralatan listrik rumah tangga lainnya. Jika anda ingin menghitung berapa daya peralatan listrik di rumah anda dapat masukkan:

nilai tegangan v = 220V

I (arus listrik) = nilainya dalam Ampere

cos φ  = 1  namun jika mengikuti standar PLN besaran cos φ  = 0,85

sehingga jika arusnya adalah 1 ampere maka:

P = V x I x cos φ = 220 x 1 x 1 = 220 watt.

P = V x I x cos φ = 220 x 1 x 0,85 = 187 watt.

I = A  
 
 
 
 
 
P = Watt  

Kalkulator Konversi Ampere ke Watt (AC 3 Phase)

A  
 
 
 
 
 
 
P = Watt  

Rumus Watt

Baiklah kita akan mulai dari rumus watt, bagaimanakan rumus mencari watt listrik? Tegangan listrik terbagi dari dua jenis yaitu yang pertama adalah tegangan DC dan yang kedua adalah tegangan AC. Kedua tegangan ini berbeda sehingga rumusnyapun berbeda. Baiklah kita mulai dari rumus

Rumus watt tegangan DC

Adapun rumus watt untuk tegangan  DC adalah sebagai berikut

P = V x I

Jika V = I x R,  Maka

P = I x R x R = I2 x R

Satuan:

P=daya DC satuannya W (Watt)

V=tegangan DC satuannya V (Volt)

I=arus dc satuannya A (Ampere)

Rumus watt tegangan AC

Apakah rumus watt untuk tegangan AC? Rumusnya terbagi menjadi dua berdasarkan phasa listriknya. Adapun di antaranya adalah sebagai berikut:

Rumus watt 1 phase (AC)

Jika anda belum mengetahui rumus watt 1 phase, berikuta adalah penjelasannya. Rumus watt 1 phase adalah rumus yang digunakan untuk listrik yang sumber tegangan inputnya terdiri dari phase dan netral (nol). Listrik 1 phase ini biasanya ditemukan pada peralatan listrik seperti kulkas, televisi, laptop, pompa air, AC dan peralatan listrik rumah tangga lainnya. Jadi semua peralatan listrik di rumah tangga dayanya bisa kita hitung dengan menggunakan rumus berikut yang terdapat di bawah ini.

P = V x I x Cos φ = I2 x R x Cos φ

Adapun satuan dari variabel rumus di atas adalah sebagai berikut:

P= Daya 1 Phase yang satuannya W (Watt )

V=Tegangan yang satuannya V (Volt)

I=Arus yang satuannya A (Ampere)

Rumus watt 3 phase (AC)

Selanjutnya kita akan membahas rumus watt 3 phase. Pertama-tama kita akan mulainya dengan membahas kapan kita menggunakan rumus watt 3 phase. Rumus watt ini kita gunakan untuk mendapatkan besarnya nilai daya listrik dari sumber tegangan (V), arus(I) dan faktor daya (Cos φ). 3 phase maksudnya adalah sumber input tegangannya terdiri dari 3 kabel yaitu R, S, T dan N (netral/nol). Inputan dapat kita jumpai pada penggunaan motor-motor listrik tiga phase seperti motor induksi, motor dahlander listrik dan yang lainnya. Berikut ini adalah rumus daya listrik untuk beban listrik 3 phase:

P =  3 x Vph x Iph x Cos φ = 3 x I2ph x Cos φ

 

Untuk Rangkaian Star:

VL=√3 x Vph

IL=Iph

Pada Rangkaian Delta:

VL=Vph

IL=√3 x Iph

Dari rumus di atas yang sudah anda lihat di atas, terdapat satuan variabel daya listrik (watt) yang di antaranya adalah sebagai berikut:

P= Daya 3 phase yang satuannya W (watt)

VL= Tegangan Line ke Line yang satuannya Volt (V)

Vph= Tegangan phase ke nol(netral) yang satuannya Volt (V)

IL= Arus Line to Line yang satuannya Ampere (A)

Iph= Arus phase yang satuannya Ampere (A)

R = Tahanan / Resistansi yang satuannya Ohm (Ω)

cos φ = Faktor Daya (standar PLN = 0,85) besarnya antara 0-1

φ= sudut phase besarnya antara 0-90o

Satuan-satuan yang memberikan pengaruh konversi ampere ke watt

Kemudian setelah itu, dari ketiga rumus yang telah saya jabarkan di atas, terdapat satuan-satuan yang berpengaruh pada konversi ampere ke watt. Adapun penjelasan dari satuan-satuan tersebut adalah

Watt

Watt adalah satuan listrik yang menyatakan daya nyata listrik pada peralatan listrik. Daya nyata listrik atau disebut juga dengan daya sebenar. watt ini bisa digunakan untuk melakukan perhitungan tarif pemakaian daya listrik. 

Volt

Volt adalah satuan listrik yang menyatakan besar tegangan listrik. Istilah dari volt ini banyak kita temukan pada peralatan listrik. Sebagai contoh adalah setrika listrik, pada bodi setrika biasanya terdapat stiker yang berisi tulisan V = 200 – 240 V AC. Hal ini berarti setrika listrik mampu bekerja secara normal jika kita memberinya tegangan input sebesar 200 hingga 240 volt AC. Dan Jika kita memberinya tegangan melebihi kemampuannya bekerja yaitu di atas 240 V AC atau tegangan yang tidak sama (seperti DC) maka akan berakibat setrika itu menjadi rusak dan terbakar. 

Ampere

Ampere adalah satuan yang menyatakan besaran arus listrik. Arus listrik akan mengalir jika sudah terpasang beban listrik dan sumber listrik. Sebagai contohnya adalah ketika di rumah kita ada stop kontak kosong (tidak tersambung alat listrik). Pada stop kontak kosong arus listrik yang mengalir adalah sebesar 0 Ampere. Namun jika kita memasang peralatan listrik maka arus listrik akan mengalir sebesar tahanan listrik yang ada pada beban listrik tersebut.

Ohm

Ohm adalah satuan dari tahanan atau impedansi yang telah menjadi rangkaian pada peralatan listrik tersebut. Adapun impedansi pada peralatan listrik dapat terbagi menjadi tiga bagian beban listrik yaitu beban kapasitif, induktif dan resistif. Jadi setiap peralatan listrik sudah tentu pasti mempunyai salah satu atau campuran dari ketiga bagian dari tahanan tersebut.

Selanjutnya, kita akan melakukan perhitungan konversi ampere ke watt dengan menggunakan rumus pada contoh soal di bawah ini:

1 ampere berapa watt

1 Ampere berapa watt? Dari rumus watt yang telah disebutkan di atas dan juga jenis tegangan, arus dan juga faktor daya(AC), dapat kita tentukan berapa besarnya konversi dari 1 ampere ke watt.

Pada Tegangan DC

Sebagai Contoh:

  • Soal: Jika terdapat sebuah lampu dc yang memiliki spesifikasi V =12 V dan arus 1 ampere, berapakah daya dc lampu tersebut?

Maka jawabannya adalah:

P = V x I = 12 V x 1 A = 12 Watt

Jadi daya lampu dc tersebut adalah 12 watt

  • Soal: Pada lampu dc yang mempunyai spesifikasi R = 120 Ohm dan I (arus) = 1 ampere, berapakah dayanya?

Jawab:

P = I2 x R = 12 x 120 Ohm = 120 Watt

Jadi besarnya daya lampu dc tersebut adalah 120 watt

Tegangan AC

  • Soal: Ada sebuah kulkas memiliki arus kerja 1 Ampere, tegangan kerja adalah V=220 V AC dan  Cos φ=0,85. Hitung dayanya!

Maka

P= V x I x Cos φ

P= 220 x 1 A x 0,85 = 187 Watt

Jadi daya kulkas tersebut adalah 187 watt

  • Soal: Apabila sebuah kompor listrik dengan arus 1 ampere mempunyai tahanan=150 Ohm dan Cos φ=0,85. Berapakah besar dayanya?

Maka:

P= I2 x R x Cos φ = 12 x 150 x 0,85 = 127,5 Watt

  • Soal: Pada motor 3 phase yang beroperasi dengan hubungan bintang dengan arus 1 Ampere, jika tegangan phasanya adalah 220 V dan Cos φ adalah 0,75. Berapa watt kah dayanya?

Jawab:

Pada hubungan bintang berlaku IL=Iph sehingga dapat dicari:

P=3 x Vph x Iph x Cos φ=3 x 220 x 1 x 0,75=495 watt

Jadi demikianlah soal yang berhubungan dengan 1 ampere berapa watt.

10 ampere berapa watt

10 Ampere berapa watt? Sekarang kita akan menentukan berapa konversi dari 10 ampere ke watt dengan menggunakan rumus pada berbagai jenis tegangan

Tegangan DC

Contoh:

  • Soal: Jika pada sebuah kipas dc memiliki spesifikasi yaitu V=24V dan I= 10A, berapakah daya dc?

Maka

P = V x I = 24V x 10A = 240 Watt

Jadi daya dari kipas dc tersebut adalah 240 watt

  • Soal berikutnnya adalah: Jika sebuah kipas dc mempunyai spesifikasi R=40Ohm dan I=10A, Carilah daya kipas tersebut?

Maka

P = I2 x R = 102 x 40 Ohm = 100 x 40 = 4000 Watt

Jadi kipas dc tersebut dayanya adalah 4000 watt

Tegangan AC

  • Soal: Jika mesin cuci mempunyai arus kerja 10 Ampere dan V=220V AC serta  Cos φ=0,65, cari dayanya!

Maka

P= V x I x Cos φ

P= 220 x 10 A x 0,65=1430 Watt

Mesin cuci tersebut dayanya adalah 1430 watt

  • Soal: Jika diketahui mesin cuci dengan spesifikasi 10 ampere dan memiliki R=120 Ohm dan Cos φ = 0,7

Maka:

P = I2 x R x Cos φ = 102 x 120 x 0,7 = 8400 Watt

Daya mesin cuci tersebut adalah 8400 Watt

  • Soal: sebuah motor 3 phase bekerja dengan hubungan delta dengan arus 10 Ampere dan tegangan phasanya adalah 220 V serta Cos φ adalah 0,6 berapa wattkah daya listriknya?

Jawab:

Pada hubungan delta berlaku IL=√3 x Iph sehingga menjadi:

Iph=(1/3)x√3x10A

P= 3xVphxIphxCos φ=3x220x(1/3)x√3x10Ax0,75=2.857,88 watt

Itulah pembahasan dari 10 ampere berapa watt

2 ampere berapa watt

Tentukanlah nilai dari 2 Ampere berapa watt? Berikut inilah cara mengkonversi dari  2 ampere menjadi watt.

Tegangan DC

Contoh:

  • Soal: Jika ada sebuah alat kipas angin dc dengan spesifikasi adalah sebagai berikut,  I=2A dan V=15V, berapa daya kipas angin tersebut?

Maka

P=VxI= 12V x 2A = 24 Watt

Daya dari Kipas angin dc tersebut adalah 24 watt

  • Soal: Andi menggunakan kipas angin dc yang memiliki spesifikasi R = 60 Ohm dan I = 2 ampere, bagaimanakah cara mencari daya listriknya?

Maka

P=I2 x R=22 x 60 Ω = 4A x 60Ω = 240 watt

Jadi besarnya daya kipas angin dc tersebut adalah 240 watt

Tegangan AC

  • Soal: Ada sebuah oven yang memiliki arus 2A, dan tegangan V=240V AC dan  Cos φ=0,8. Carilah daya listriknya!

Maka

P=V x I x Cos φ

P=220 x 2 A x 0,8 = 352 Watt

Maka hasil dari daya oven L=listrik tersebut adalah 352 watt

  • Soal: Jika Budi membeli sebuah oven listrik dengan spek arus 2 ampere dan tahanan 170 Ohm dan Cos φ = 0,78. tentukanlah besar dayanya.

Maka:

P=I2 x R x Cos φ=22 x 170 x 0,78=530,4 Watt

  • Soal: Jika diketahui motor induksi 3 phase yang bekerja hubungan bintang dengan arus 2 Ampere dan apabila tegangan phasanya adalah 220 V serta Cos φ = 0,63. Carilah dayanya dengan rumus?

Jawab:

Pada hubungan bintang berlaku IL=Iph sehingga didapat:

P =  3 x Vph x Iph x Cos φ = 3 x 220 x 2 x 0,63 = 831,6 watt

4 ampere berapa watt

4 Ampere berapa watt kah? Selanjutnya kita akan mencari bagaimana konversi dari 4 ampere ke watt.

Tegangan DC

Contoh:

  • Soal: Jika ada sebuah rice cooker dengan spesifikasi V=33V dan arusnya 4A, berapa dayanya?

Maka

P=VxI= 33V x 4A = 132 Watt

Rice cooker tersebut dayanya adalah 132 watt

  • Soal: Andi menggunakan rice cooker yang sudah diukur dengan multimeter dengan data sebagai berikut R adalah 165 Ohm dan arusnya adalah 4 ampere, carilah daya listriknya?

Maka

P = I2 x R = 42 x 165 Ohm = 2640 Watt

Lampu dc tersebut dayanya adalah 2640 watt

Tegangan AC

  • Soal: Jika Budi membeli kulkas dengan spesifikasi arus adalah 4A dan tegangan adalah 230V AC dan Cos φ adalah 0,9. Tentukan daya listriknya!

Maka

P = V x I x Cos φ

P = 230 x 4 A x 0,9 = 828 Watt

kulkas tersebut dayanya adalah 828 watt

  • Soal: Jika ada sebuah pabrik mengeluarkan produk kompor listrik, dengan besar arus adalah 4A dan impedansi adalah 133Ω dan Cos φ adalah 0,73. Carilah daya listriknya

Maka:

P = I2 x R x Cos φ = 42 x 133 x 0,73 = 1553,44 Watt

  • Soal: Apabila teknisi listrik memasang motor induksi 3 phase dengan hubungan bintang yang arusnya adalah 4A  dan tegangan phasanya adalah 235V serta Cos φ=0,73 berapa watt daya listriknya?

Jawab:

Pada hubungan bintang berlaku IL=Iph sehingga

P= 3 x Vph x Iph x Cos φ = 3 x 235 x 4 x 0,73 = 2058,6 watt

6 ampere berapa watt

6 Ampere berapa watt? Berikut ini soal dan jawaban untuk mengkonversi 6 ampere ke watt.

Tegangan DC

Contoh adalah sebagai berikut:

  • Soal: Jika Amir membeli lampu dc dengan spesifikasi V=18V dan arus 6A, berapakah daya dc?

Maka

P=VxI=18Vx6A=108 Watt

Jadi lampu yang dibeli oleh amir dayanya adalah 108 watt

  • Soal: Syifa membeli sebuah lampu dc yang mempunyai spesifikasi R adalah 156Ω dan arusnya adalah 6A, tentukan dayanya?

Maka

P=I2xR=62Ax156Ω=5616 Watt

Jadi Syifa telah membeli lampu dc yang mempunyai daya 5616 watt

Tegangan AC

  • Soal: ihsan membeli kulkas dengan I=6A dan jika tegangannya adalah V=220V AC serta  Cos φ=0,71. hitung dayanya!

Maka

P=VxIxCos φ

P=220Vx6Ax0,71=937,2 Watt

Daya kulkas tersebut adalah 937,2 watt

  • Soal: Dani menjual kompor listrik dengan arus listrik yang sudah terukur sebesar 6A dan impedansinya adalah 123Ω dan Cos φ=0,63

Maka:

P=I2xRxCos φ=62Ax123x0,63=2789,64 Watt

  • Soal: Pabrik yang membuat bahan baku kertas menggunakan motor induksi 3 phase dengan hubungan bintang pada lilitan motornya tersebut, jika pada motor tersebut terdapat spesifikasi adalah 6A dan tegangan phasanya adalah 220V dan Cos φ=0,62 berapakah watt dayanya?

Jawab:

Dalam hubungan bintang berlaku IL=Iph

P =  3 x Vph x Iph x Cos φ = 3 x 220 x 6 x 0,62 = 2455,2 watt

Demikian konversi ampere ke watt yang sudah saya bahas pada artikel ini. Mudah-mudahan semua yang dijelaskan ini dapat membantu anda di dalam menyelesaikan perhitungan watt pada peralatan listrik.

Leave a Reply