Panduan Lengkap Arduino Uno R3

Arduino Uno R3 adalah sebuah papan/board mikrokontroler yang telah melalui pengembangan hingga ke tahap revisi 3 berbasis chip ATMega328p. Jenis arduino ini memiliki 14 buah pin digital input/output (I/O) yang mana 6 di antaranya dapat anda gunakan sebagai output PWM. Selain itu ia juga memiliki 6 input analog, clock speed 16MHz, konektor USB tipe B, jack listrik, tombol reset dan ICSP header.

Perangkat ini merupakan pilihan yang tepat bagi anda yang pertama kali belajar arduino. Karena di samping bersifat reliable harganya juga murah. Untuk memahami kita akan mulai dengan:

Spesifikasi Arduino Uno R3

Spesifikasi arduino uno R3 ini sangat penting untuk anda ketahui ketika pertama kali ingin menggunakan perangkat ini. Kenapa demikian? Karena Jika kita tidak mengetahui spesifikasinya, bisa saja alat ini rusak karena terjadi kesalahan dalam pemasangan. Contohnya adalah jika anda tidak tahu berapa volt batas tegangan input arduino dan terpasang dengan tegangan yang lebih besar dari yang diizinkan maka ini bisa menyebabkan IC regulatornya terbakar.

Berikut ini adalah contoh-contoh kesalahan yang sering terjadi apabila tidak mengetahui spesifikasi dari perangkat ini adalah:

  • Salah memberi besaran tegangan input.
  • Salah membeli jenis arduino dan ternyata input dan outputnya tidak sesuai atau kurang dari kebutuhan
  • Arduino yang telah anda beli ternyata kurang besar memorinya, sehingga program yang telah anda buat tidak dapat tersimpan seluruhnya
  • Terlupa membeli komponen arduino seperti kabel data atau adaptor.
  • Salah merancang modul I/O arduino karena tidak mengetahui tegangan dan arus baik keluaran maupun masukkan dari arudino

Jadi beberapa point yang telah saya sebutkan di atas, itulah akibatnya jika kita tidak mengetahui spek dari arduino. Untuk lebih jelasnya anda bisa mengetahui spek arduino dari tabel yang akan saya jelaskan.

Adapun tabel spek dari arduino adalah :

Mikrokontroler ATMega328p (DIP Chip atau SMD Chip)
Batas Tegangan Input 6-20V (Dibawah 6V arduino tidak bekerja dan di atas 20V IC regulator akan terbakar)
Tegangan Input
(Rekomendasi)
7-12V DC
Tegangan Input
(Tidak Rekomendasi)
< 7V DC (port tidak stabil)
Tegangan Input
(Tidak Rekomendasi)
> 12V DC (Regulator cepat panas)
Pin I/O 14 (6 pin bisa sebagai output PWM)
Pin Input Analog 6
Tegangan Operasional 5V DC
Arus Pada Pin Digital 40 mA DC
Arus Pada Pin 3,3 50 mA DC
Kabel Data USB A to USB B
Flash Memori 32KB (0,5KB untuk bootloader)
SRAM 2KB
EEPROM 1KB
Clock Speed 16MHz

 

Bagian-bagian arduino uno r3

Sekarang kita akan coba mengetahui bagian-bagian arduino uno r3 beserta fungsinya. Anda bisa melihat terlebih dahulu gambar bagian dari arduino r3 tersebut. Berikut gambarnya di bawah ini:

Berikut bagian-bagian arduino dari gambar di atas :

1) USB Socket Tipe B (Power dan komunikasi data USB)
USB Socket ini berguna untuk memberikan catu daya dan sekaligus komunikasi antara Papan Arduino ke komputer dengan menggunakan kabel usb tipe A to USB tipe B. USB socket ini juga berfungsi sebagai downloader kode pemograman ke arduino. Besar arus maksimal yang melalui USB socket ini terbatas maksimal 500mA. Sedangkan besar tegangan yang melewati socket ini adalah 5V DC 

2) Power DC (Jack female)
Selain memberikan catu daya dari USB, arduino ini juga dapat anda berikan tegangan catu daya secara langsung dari sumber daya DC (jack male 2,1 mm) dengan menghubungkannya ke Jack DC female yang terpasang pada papan. Tegangan input DC maksimal yang dapat anda berikan ke Arduino berkisar antara 7V hingga 12V DC(rekomendasi), walaupun batas minimum dan maximum adalah  sebesar 6V hingga 20V DC (kecil dari 7V port tidak stabil dan besar dari 12V IC regulator akan panas). Sedangkan arus maksimum yang dikonsumsi oleh arduino ini adalah sebesar 800mA.

3) IC Voltage Regulator
IC ini berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan DC yang diberikan ke papan Arduino sehingga tegangan yang menyuplai prosessor dan elemen-elemen lain tetap stabil.

4) Crystal Oscillator
Kristal oscillator ini akan menghasilkan detak dengan kecepatan sesuai dengan ukurannya. Kristal untuk arduino uno r3 ini berukuran 16MHz yang berarti ia berdetak 16 juta kali per detik. Arduino menggunakan detak ini untuk mengeksekusi setiap baris kode perintah yang dijalankannya
Kristal ini juga membantu Arduino untuk melakukan perintah yang berhubungan dengan delay.

5) 5, 17 Arduino Reset
Reset artinya memerintahkan prosessor untuk memulai menjalankan program dari awal. Reset dapat kita lakukan dengan dua cara. Yang pertama adalah dengan cara menggunakan tombol reset (17) pada papan arduino. Sedangkan yang kedua adalah dengan cara menambahkan rangkaian reset eksternal menggunakan pin Arduino dengan label RESET (5). Yang harus anda ketahui adalah bahwa tombol reset tidak akan menghapus program atau mengosongkan program yang tersimpan pada mikrokontroler.

6) 3.3V (6) − Pin suplay tegangan output 3.3 volt
7) 5V (7) − Pin suplay tegangan output 5 volt
Kebanyakan komponen yang terdapat papan Arduino bekerja pada tegangan 3.3 volt dan 5 volt.

8) GND (8)(Ground) – Terdapat beberapa pin GND pada papan Arduino, yang mana salah satunya dapat anda gunakan untuk ground rangkaian.

9) Vin (9) – Pin ini dapat anda gunakan untuk memberikan suplay tegangan ke papan Arduino dari sumber tegangan eksternal, seperti sumber daya AC.

10) 6 buah pin analog
Arduino Uno tipe ini memiliki enam buah pin input analog yaitu pin A0 sampai pin A5. Pin-pin analog tersebut dapat membaca tegangan yang keluar dari sensor analog seperti sensor kelembaban atau temperatur dan sensor-sensor lainnya. Kemudian mengubahnya menjadi bernilai digital sehingga dapat terbaca oleh mikroprosesor. Adapun nilai digital yang keluar bernilai di antara 0 – 1023. nilai tersebut mewakili tegangan 0 – 5V.

11) Main microcontroller
Semua jenis Arduino harus memiliki Mikrokontroler (11). Mikrokontroler ini adalah otak dari papan Arduino. IC Mikrokontroler utama pada setiap tipe Arduino berbeda satu dengan yang lainnya. Adapun Mikrokontroler yang sering terdapat pada papan arduino adalah ATMEL. Jadi sebelum membuat program, seseorang terlebih dahulu harus tahu tipe IC mikrokontroler apa yang akan ia gunakan. Semua informasi tentang IC mikrokontroler dapat kidita download pada situs yang menyediakan filenya.

12) Pin-pin ICSP 
Hampir semua, ICSP (12) adalah mikrokontroler AVR. Pin ini adalah sebuah pin-pin  programming header kecil untuk Arduino yang terdapat MOSI, MISO, SCK, RESET, VCC, dan GND. Hal ini sering juga dikatakan sebagai SPI (Serial Peripheral Interface), atau biasanya  juga digunakan sebagai “expansion” dari output. Kita dapat memasang perangkat output ke master bus SPI.
In-Circuit Serial Programming (ICSP)Port ICSP ini memberikan kemungkinan kepada pengguna untuk membuat program microcontroller secara langsung, tanpa melalui bootloader. Namun secara umum para pengguna Arduino tidak memakai ini sehingga ICSP tidak terlalu terpakai walaupun ada.

13) Power LED indicator
Indikator LED ini harus menyala ketika kita menghubungkan Arduino ke sumber daya. Apabila LED tidak menyala, maka terdapat dua kemungkinan. Yang pertama adalah terjadi sesuatu yang salah dengan sambungannya. Yang kedua adalah lampu led rusak atau tidak tersambung.

14) Pin TX dan RX LEDs
Pada papan Arduino juga terdapat pin: TX (transmit) dan RX (receive). Kedua pin tersebut, TX dan RX terdapat juga pada dua tempat pada papan Arduino Uno. Pertama, pada pin digital 0 dan 1, hal ini menunjukkan bahwa pin tx dan rx ini bertanggung jawab untuk komunikasi serial. Kedua, pin-pin TX dan RX led (13). lampu led TX akan berkedip dengan kecepatan yang berbeda ketika mengirimkan data serial. Kecepatan kedip lampu led tersebut tergantung baud rate yang kita gunakan pada papan arduino. Sedangkan lampu led RX berkedip selama menerima proses.

15) Pin-pin Digital I/O
Papan Arduino Uno ini mempunyai 14 pin digital I/O (pin 15). Dari 14 pin tersebut, 6 pin di antaranya sebagai output yang menyediakan PWM (Pulse Width Modulation). Namun pin-pin tersebut juga dapat kita konfigurasi sebagai pin digital input yang berguna untuk membaca logika 0 atau 1. Selain itu juga dapat berguna sebagai pin digital output sebagai kendali modul-modul seperti LED, relay, dan lain-lain. Pin dengan label “~” dapat kita gunakan untuk membangkitkan PWM.

16) AREF
AREF adalah singkatan Analog Reference. AREF terkadang digunakan sebagai pengatur tegangan referensi eksternal (yaitu di antara 0 dan 5 Volts) yang berguna sebagai batas atas untuk pin input analog input.

Demikianlah artikel tentang arduino uno rev3. Semoga anda dapat memahami tulisan yang saya buat ini. Terima kasih

Leave a Reply