Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Kali ini kita akan membahas tentang pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) . Saya rasa ini merupakan topik yang menarik untuk di baca bagi anda yang mempunyai niat membangun pembangkit listrik mandiri di rumah.

Sebelum kita memulainya, anda harus tahu dulu apa sih PLTMH tersebut?

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro adalah

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau yang dikenal juga dengan singkatan dari PLTMH adalah sebuah teknologi energi terbarukan yang menggunakan debit air di sekitar kita untuk dapat dirubah menjadi energi listrik. Jadi dengan kata lain PLTMH ini merupakan salah satu energi alternatif yang memanfaatkan tenaga air untuk menghasilkan listrik. 

pembangkit listrik tenaga mikrohidro

Jika kita tela’ah dari kata mikrohidro, Mikro hidro adalah sebuah istilah yang memiliki dua suku kata, yaitu  mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air.

Jadi pembangkit listrik ini merupakan sebuah pembangkit listrik yang berskala kecil menggunakan tenaga air sebagai penggeraknya. Pemanfaatan energi listrik dengan pembangkit mikrohidro memanfaatkan ketinggian jatuh air atau terjunan (head) dan jumlah debit air untuk menghasilkan listrik. Adapun pembangkit listrik tenaga mikro hidro paling tepat digunakan di saluran irigasi, air terjun alam atau sungai.

Secara teknis, pembangkit ini menggunakan tiga komponen utama untuk menghasilkan listrik. Adapun tiga komponen utama tersebut adalah  air (sebagai sumber energi), turbin dan generator.

Cara kerja PLTMH

Terus, bagaimana cara kerja PLTMH? Cara kerja PLTMH adalah sebagai berikut:

Pembangkit ini mendapatkan energi dari aliran /arus air yang jatuh pada perbedaan ketinggian. Pada dasarnya, pembangkit ini memanfaatkan energi potensial (Ep) dari jatuhnya air di ketinggian tertentu. Semakin tinggi air tersebut jatuh maka semakin besar pula energi potensial air yang dapat kita ubah menjadi energi listrik.

Debit air yang terjadi dapat kita gunakan untuk menggerakkan turbin. Turbin yang bergerak akan menghasilkan energi mekanik. Selanjutnya, energi mekanik itulah yang nantinya kita gunakan untuk menggerakkan generator sebagai penghasil listrik.

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

Untuk Instalasi / Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro tidaklah sulit. Hanya saja ada beberapa syarat fisik yang diperlukan untuk membuat sebuah PLTMH. Adapun syaratnya adalah PLTMH harus dibangun pada daerah yang mempunyai ketersediaan aliran air yang konstan (tetap) dalam ukuran debit tertentu. Untuk menentukan energi listrik yang dihasilkan maka diperlukan debit air, besarnya debit air akan menentukan besarnya energi listrik.

Setelah itu rangkaian dari PLTMH membutuhkan turbin yang digunakan untuk memutar generator listrik. Generator listrik inilah nantinya yang berguna untuk mengubah energi yang dihasilkan oleh putaran turbin menjadi energi listrik. Selain itu juga dibutuhkan instalasi jaringan listrik untuk menyalurkan listrik dari panel distribusi PLTMH ke pengguna.

Biaya pembuatan PLTMH

Jika kita bandingkan dengan sumber-sumber energi lainnya, biaya pembuatan / pembangunan PLTMH ini tergolong ekonomis dan sangat efisien. Selain itu perawatannya juga terbilang cukup mudah. Nilai investasi yang kita butuhkan untuk pembuatan PLTMH ini pada tahun 2017, untuk rata-rata penerangan sebuah desa selama 24 jam, membutuhkan biaya sebesar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta untuk tiap 1.000 wattnya. Biaya ini cukup dikeluarkan hanya sekali sewaktu pembangunannya.

Dalam operasionalnya PLTMH tidak memakai bahan bakar minyak sama sekali, sehingga tidak terjadi adanya gas buang (emisi) yang terjadi dari hasil penggunaan teknologi ini. Karena itulah penggunaan  PLTMH merupakan sebuah upaya positif dalam mengurangi laju perubahan iklim global. Selain itu, PLTMH juga dapat kita gunakan selama 24 jam tanpa henti

Daerah pengguna PLTMH di Indonesia

Salah satu daerah yang ada di Indonesia yang menggunakan PLTMH adalah masyarakat di Desa Cibuluh yang berada di cagar alam Gunung Simpang, Cianjur, Jawa Barat. PLTMH tersebut dibangun oleh masyarakat pada tahun 2005 dengan cara swasembada. Saat itu masyarakat daerah tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 95 juta untuk membangun PLTMH dengan kapasitas 22KW.

 

Demikianlah artikel kami yang sudah membahas tentang pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Semoga anda mudah memahaminya. Anda juga dapat mengunjungi artikel kami dengan pembangkit listrik tenaga bayu yang sama dengan topik yang saya bahas ini.

 

About the author

Dedy Fermana, yang lebih akrab disapa Dedy, adalah Seorang Content Artikel di Birolistrik. Ia suka mengikuti tren seputar teknologi seperti kelistrikan, Pendingin (AIr Conditioner), PLC, SEO. Melalui tutorial Birolistrik ini, Dedy ingin berbagi informasi dan membantu pembaca untuk menyelesaikan masalah yang dialami seputar artikel.

Leave a Reply