Cara Pasang MCB yang Benar Sesuai SNI

Cara pasang MCB. MCB, kalau anda mengunjungi artikel ini berarti anda sudah tahu tentang MCB. Namun untuk melengkapi dan mengetahui benar atau tidaknya pemahaman anda tentang MCB, anda bisa mengunjungi artikel kami yang membahas tentang MCB adalah, fungsi dan cara kerjanya.

Kita tahu bahwa MCB adalah komponen listrik yang penting untuk memproteksi (mengamankan) listrik dari hubung singkat dan overload (beban lebih). Untuk memasang baru maupun mengganti mcb ada hal-hal teknis (sesuai dengan SNI) yang perlu anda ketahui terlebih dahulu.  Dan sudah jelas bahwa tidak semua teknisi listrik yang sudah berpengalaman dan bekerja di bidang kelistrikan tahu apakah hal-hal teknis tersebut. Namun jika anda adalah seorang pemula dan bukan ahli di bidang kelistrikan atau anda ingin mengetahui bagaimana cara memasang MCB, anda bisa terus membaca artikel ini sampai selesai.

Ada dua hal yang anda lakukan sewaktu memasang MCB, yang pertama kali adalah pasang baru MCB yang kedua adalah mengganti MCB yang telah rusak.  

Sebelum memasang mcb ada hal penting yang harus anda ketahui terlebih dahulu, apakah hal penting tersebut? Hal penting tersebut adalah anda harus memilih MCB yang tepat untuk instalasi anda. Bagaimana cara memilih MCB yang tepat untuk instalasi? Berikut penjabarannya.

Cara Memilih MCB yang Tepat

Jika anda ingin memasang MCB, tentu anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana cara memilih MCB yang tepat. Jadi anda tidak boleh memilih MCB secara sembarangan. Memilih mcb secara sembarangan akan membuat MCB yang anda beli tidak bekerja sesuai dengan harapan anda. MCB yang seharusnya mengamankan instalasi saat terjadi hubung singkat (konslet) dan beban lebih justru tidak akan trip pada saat terjadi bahaya seperti yang disebutkan. Pilihlah MCB sesuai kebutuhan berdasarkan spesifikasi MCB karena MCB di pasaran terdapat berbeda-beda spesifikasinya. Namun ketika membeli hanya akan ditanya oleh penjual merek dan batas arus MCB. Berikut hal penting dalam memilih MCB:

Merek MCB

Anda dapat memilih merek MCB sesuai dengan keinginan anda. Banyak merek mcb yang beredar di pasaran, anda dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan anda. Ada MCB dengan merek yang terkenal maupun merek yang tidak terkenal. Kelebihan merek-merek terkenal adalah alat produk mereka lebih berpengalaman di bidangnya.

Macam-macam MCB

Ada terdapat berbagai macam MCB yang harus anda ketahui sebelum membeli MCB. Pembagian MCB ini terbagi berdasarkan tipe MCB, batas arus MCB dan Pole (kutub) MCB. Dari ketiga pembagian ini juga menjadi acuan anda dalam memilih mcb, berikut kita mulai dari tipe mcb:

Tipe MCB

MCB terdiri dari berbagai macam tipe yaitu tipe B, tipe C, tipe D, tipe K dan tipe Z. Kelima tipe mcb ini memiliki karakteristik dan cara kerja masing-masing. Jika anda ingin mengetahui karakteristik dan cara kerjanya anda dapat mengunjungi artikel tentang tipe MCB pada artikel kami sebelumnya. Saya tidak akan mengulang membahasnya di artikel ini.

Batas arus MCB

Anda harus memilih mcb berdasarkan batas arusnya. Kalau anda membeli mcb biasanya penjual akan bertanya “MCB berapa ampere?”. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menyangkut dengan batas arus. Batas arus inilah yang akan membatasi daya yang terpasang pada instalasi listrik anda. Besarnya batas arus ini tergantung pada beban listrik yang terpasang pada MCB. Semakin besar beban terpasang maka semakin besar pula batas arusnya. Namun jika ingin menentukan batas arus MCB, kita juga harus menentukan Kuat hantar Arus (KHA) kabel listrik yang terpasang pada MCB semua harus sesuai. Tentu anda akan bertanya apa akibatnya jika Ampere MCB dan KHA tidak cocok dengan peralatan (beban) listrik yang terpasang? 

Jika kita memasang KHA kabel melebihi alat listrik yang terpasang maka akan terjadi pemborosan listrik, karena kabel tembaga juga masuk dalam kategori beban listrik, bagaimana jika lebih kecil? JIka lebih kecil hal ini bisa mengakibatkan kabel meleleh karena tidak tahan panas karena arus listrik besar yang melewatinya. Untuk MCB, jika lebih besar ukuran arusnya maka apabila anda memasang beban listrik yang besar, MCB tidak akan trip. Tentu saja kabel anda yang ukurannya hanya sanggup dengan beban yang sudah anda tentukan akan menjadi panas dan bisa meleleh. Sedangkan jika anda pilih MCB yang lebih kecil, MCB akan lebih cepat trip apabila terpasang beban yang biasa anda pasang. 

Pole MCB

MCB di pasaran terdiri dari berbagai macam pole. Adapun macam mcb berdasarkan pole adalah MCB 1 pole, 2 pole, 3 pole dan 4 pole. Saat artikel ini saya buat paling banyak pole MCB yang ada adalah 4 pole. MCB 3 pole biasanya digunakan pada listrik 3 phase. Maksud dari mcb pole ini adalah di mana switch pada MCB dijumper atau digabung sehingga mematikan dan menghidupkannya secara bersamaan.

Syarat pemasangan Box / Panel MCB

Ada beberapa syarat pemasangan Box / Panel MCB menurut PUIL yang harus anda ketahui, syarat tersebut adalah:

1. Di pasang pada tempat yang kering dan terdapat ventilasi

2. Mudah untuk dijangkau dan tidak terhalang sesuatu ketika ingin mengoperasikannya (misalnya tidak terletak di belakang lemari)

3. Box / Panel MCB yang terpasang pada ketinggian kurang dari 1,2 m dari permukaan lantai: pembuka pintunya tidak boleh kurang letaknya dari 1,2 m dari lantai, kalau kurang dari ini maka harus memakai kunci atau alat untuk menjangkaunya, terletak pada daerah yang hanya dapat dicapai oleh orang yang berwenang.

4. Tidak boleh dipasang pada ketinggian di bawah 0,9 meter di atas lantai pada instalasi rumah, instalasi ganda.

Cara Pemasangan MCB

Untuk memahami dan mengetahui cara pemasangan MCB, ada hal-hal yang harus anda persiapkan terlebih dahulu. Persiapannya yaitu mulai dari persiapan pengetahuan teknis seperti daya terpasang, besar penampang kabel yang tersambung, Tinggi / letak MCB dari permukaan lantai, pemilihan panel atau box untuk meletakkan MCB, alat-alat apa saja yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Hal tersebut harus anda persiapkan terlebih dahulu. Kita akan mulai cara pasang MCB dari:

Jasa Pasang MCB

Jika rumah anda masih baru atau anda ingin menambah MCB, anda bisa mencari jasa pasang MCB. Saya menganjurkan anda untuk melakukan ini, selain untuk keamanan dari bahaya tegangan listrik hal ini juga bisa anda lakukan untuk mempercepat pemasangan dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemasangan MCB. Carilah jasa pasang MCB yang benar-benar mengerti standar pemasangan MCB sehingga anda bisa terhindar dari bahaya hubung singkat dan beban lebih.

Jasa Ganti MCB Listrik

Anda bisa menggunakan tenaga teknisi listrik sebagai jasa ganti mcb listrik jika anda ragu atau takut untuk mengganti MCB secara mandiri. Hal ini anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya bahaya akibat terkena sentrum atau terjadinya kesalahan dalam pemasangan MCB. Yang perlu anda ingat adalah jika MCB rusak karena terbakar, bisa jadi ada penyebab lain yang belum anda ketahui kerusakannya seperti ada kabel yang isolasinya terbakar atau yang lainnya. Banyak jasa teknisi yang bersedia untuk mengganti MCB. Jasa-jasa tersebut bisa anda cari baik di media offline seperti surat kabar maupun di media online. Atau anda juga bisa menanyakan kepada tetangga yang mungkin memiliki kenalan seorang teknisi listrik.

Persiapan Peralatan dan Bahan pada pasang baru MCB

Nah, jika anda tetap ingin memasang atau mengganti MCB secara mandiri maka ini merupakan langkah pertama yang harus anda lakukan. Apa saja peralatan dan bahan yang harus anda persiapkan sebelum melakukan pemasangan MCB? Peralatan dan bahan yang harus anda persiapkan adalah:

Persiapan Peralatan dan Bahan untuk Pasang Baru:

1. MCB

2. Kabel-kabel Sesuai Kebutuhan

3. Obeng (+) dan Obeng (-)

4. Tespen

5. Kabel tracker

5. Pahat Tembok

6. Gerinda Tembok

7. Palu

8. Alat ukur jarak / Meteran

9. Tang Potong

10. Panel / Box MCB

11. Rel MCB

12. Water Pass

13. Spidol

14. Tang lancip

15. Genset untuk gerinda (Bila diperlukan)

Persiapan Peralatan dan Bahan untuk ganti MCB (Rusak):

1. MCB

2. Obeng (+) dan Obeng (-)

3. Tespen

4. Kabel tracker

5. Tang Potong

6. Tang lancip

Cara Mengganti MCB

Cara mengganti MCB dapat anda lakukan secara mandiri. Namun jika MCB tersebut milik PLN maka anda dapat menghubungi pihak PLN untuk mengganti MCB tersebut secara gratis (tidak dipungut bayaran). Yang harus anda ingat adalah MCB pada meteran itulah yang merupakan milik PLN dan tentu menjadi tanggung jawab PLN dalam menggantinya jika terjadi kerusakan dan perubahan daya. Sedangkan MCB yang terdapat di dalam rumah adalah MCB milik anda, yang tanggung jawabnya merupakan tanggung jawab anda sendiri. Jadi untuk mengganti MCB bisa anda lakukan sendiri atau menggunakan jasa teknisi listrik.

Untuk mengganti MCB, anda harus melihat keadaan MCB tersebut. MCB yang anda ganti harus benar-benar dalam keadaan rusak. Bagaimana cara mengetahui MCB dalam keadaan rusak. MCB yang rusak dapat anda lihat pada fisik ataupun fungsi kerjanya yang sudah menurun. Fisik MCB yang rusak biasanya terlihat pada bodi MCB yang terbakar atau baut penjepit kabel yang sudah dol. Sedangkan fungsi yang rusak pada MCB dapat kita ketahui dengan menghidupkan dan mematikan MCB, apabila terasa kurang lancar kerja on maupun offnya segera lakukan penggantian. Biasanya usia MCB yang sudah mencapai 20 tahun ke atas yang ditandai dengan mulai berkurang fungsi kerja switch (saklarnya), seharusnya kita melakukan pergantian. Adapun langkah-langkah pergantian MCB adalah:

Langkah-langkah pergantian MCB

Tahap Melepas MCB

1. Siapkan peralatan dan bahan untuk ganti MCB yang rusak

2. Demi keamanan, matikan arus listrik yang mengalir ke MCB (temukan MCB induk dan matikan).

3. Cek aliran arus listrik pada terminal yang terdapat pada MCB dengan menggunakan tespen, perhatikan tegangan yang akan diukur dengan tespen karena kalau melebihi tegangan tembus tespen bisa menyebabkan bahaya (cara menggunakan tespen). Jika masih terdapat arus listrik, matikan listrik lewat MCB induk atau anda dapat mematikan MCB pada meteran listrik.

4. Jika aliran listrik sudah mati (tespen tidak nyala), anda dapat melepas kabel yang terhubung ke terminal MCB menggunakan obeng. Anda harus mengingat kabel mana yang akan dipasang pada terminal MCB.

5. Setelah melepas kabel yang terhubung pada kedua terminal MCB,berikutnya anda bisa melepas MCB dari socketnya dengan menggunakan obeng (-) untuk melepas pengait MCB.

Tahap Memasang MCB

6. JIka MCB telah lepas, anda bisa mengambil MCB yang baru dengan ukuran batas arus yang sama. Ingat, hati-hati jika ingin mengganti MCB dengan ukuran yang lebih besar, karena kabel yang terpasang bisa jadi lebih kecil Kuat Hantar Arusnya sehingga tidak sanggup menahan arus yang besar. Hal ini bisa membuat isolasi dan kabel meleleh.

7. Tempatkan MCB yang baru pada socketnya dan kunci MCB dengan pengaitnya menggunakan obeng (-), pastikan tidak memasang MCB terbalik untuk standarisasi.

8. Setelah MCB terpasang pada socket dengan kuat (tidak lepas), anda bisa mengetahuinya dengan menggoyang mcb. Barulah anda memasang kembali kabel-kabel yang anda lepas sebelumnya ke MCB baru, jika anda kesulitan memasangnya karena jari tangan tidak bisa masuk ke box MCB, anda bisa menggunakan tang lancip

9. Kunci kabel-kabel pada terminalnya masing-masing dengan menggunakan obeng. Cek kabel yang telah terpasang dengan menggoyangkan kabel. JIka anda rasa telah kuat terpasang, anda bisa mencoba hasil pemasangan MCB dengan menyalakan MCB induk atau MCB meteran yang telah anda matikan tadi.

Langkah-langkah pasang baru MCB

1. Pilihlah MCB yang tepat sesuai kebutuhan anda (lihat bab pada artikel ini “cara memilih MCB yang tepat”)

2. Pastikan kabel untuk instalasi listrik ke MCB sudah terpasang.

3. Buat tempat untuk box mcb atau tempat panel (Baca syarat pemasangan box / panel mcb), letak box bisa di dalam tembok atau di atas tembok semua tergantung box atau panel MCB yang anda pilih.

4. Pasang panel atau box MCB pada tempat yang anda buat tempatnya.

5. Jika anda hanya menambah MCB dan tempat MCB baru sudah tersedia, anda bisa meninggalkan langkah 1-4 di atas.

6. Pasang MCB tersebut pada rel atau tempat yang sudah anda sediakan (pasang kait pengunci MCB pada rel yang sudah tersedia)

 

7. Pastikan MCB dan kabel yang terpasang sudah betul-betul kuat (tidak goyang). Kabel yang tidak kuat terpasang akan menyebabkan timbulnya percikan api selain berbahaya, tagihan listrik anda bisa membengkak.

 

 

8. Tes hasil pemasangan instalasi dengan kabel tracker, jika tidak ada arus listrik untuk pengujian.

 

Demikianlah artikel saya tentang cara pasang MCB, saya berharap artikel ini dapat membantu dan memberikan solusi bagi anda.

Leave a Reply